Jakarta, PONTAS.ID – Presiden Joko Widodo meluapkan kekecewaannya, jika ekpor Indonesia masih kalah jauh dibandingkan negara-negara Asia Tenggara. Padahal, dengan tingginya potensi yang dimiliki mulai bahan baku dan lainnya, harus nya ekspor bisa melampuai atau sebanding dengan negara tetangga.
Komite Penugasan Khusus Ekspor (PKE) mengaku berupaya menyiapkan fasilitas pembiayaan ekspor sebagai salah satu strategi mendorong peningkatan ekspor produk industri nasional.
“Salah satu tantangan yang dialami oleh industri dalam negeri untuk melakukan penetrasi ke pangsa pasar ekspor adalah daya saing produk, terutama dari sisi persaingan harga,” kata Ngakan Timur Antara Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin, (5/2/18).
Ia mengatakan, beberapa negara seperti China, telah memberikan dukungan pembiayaan kepada industrinya yang berorientasi ekspor, sehingga dapat meningkatkan daya saing dari sisi harga di negara tujuan ekspor. Sejak tahun 2015, Pemerintah Indonesia meluncurkan program penugasan khusus ekspor melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).
“LPEI bertujuan untuk menyediakan dukungan pembiayaan kepada pelaku usaha yang melakukan ekspor. Adapun bentuk fasilitas pembiayaan ekspor tersebut meliputi pembiayaan, penjaminan, dan asuransi,” ujarnya.
Ngakan mencontohkan, hasil nyata dari pembiayaan tersebut terlihat dengan keberhasilan PT INKA yang kembali memenangkan proses tender internasional untuk pengadaan 200 unit kereta penumpang yang dilakukan oleh Bangladesh Railway pada tahun 2017. “Pada proyek pengadaan kereta tersebut, PT INKA didukung oleh Eximbank sehingga mereka dapat menawarkan harga yang kompetitif,” ungkapnya.
Ia menegaskan, adanya fasilitas pembiayaan ekspor ke Kawasan Afrika, menjadi peluang industri dalam negeri untuk dapat melakukan penetrasi ekspor ke kawasan tersebut. Peluang ini, jadi alternatif strategi dalam upaya memenuhi target ekspor produk industri pada tahun 2018 yang diproyeksikan mencapai 135 miliar dolar Amerika Serikat atau meningkat 8 persen dari perolehan tahun 2017.
Dalam periode lima tahun (2012-2016), peran produk industri terus meningkat dalam komposisi ekspor Indonesia. Pada tahun 2012, ekspor produk industri sebesar 118,1 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar 62,2 persen dari total ekspor Indonesia yang mencapai 190,0 miliar dolar Amerika Serikat.
Sementara tahun 2016, porsi ekspor produk industri sebesar 109,7 miliar dolar Amerika Serikat atau mengalami peningkatan menjadi 75,6 persen terhadap total ekspor Indonesia yang mencapai 145,2 miliar dolar Amerika Serikat.
















