Deregulasi Bikin Kementerian ESDM Lampaui Target

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar

Jakarta, PONTAS.ID – Deregulasi peraturan yang dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai menuai hasil. Salah satu indikatornya, capaian rasio elektrifikasi yang mencapai 95,35 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan target pemerintah, yang dipatok 92,75 persen.

“Deregulasi harus bisa memangkas proses bisnis. Selain itu, harus bisa mempercepat usaha-usaha untuk mencapai target yang ditetapkan pemerintah,” ungkap Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, saat berbincang dengan awak media di kantornya, Jumat (26/1/2018).

Keberhasilan lainnya kata Arcandra, adalah penandatanganan perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) untuk pembangkit yang berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) juga meningkat.

Tercatat pada tahun 2017 lalu, PT PLN (Persero) telah menandatangani 70 PPA dengan potensi kapasitas pembangkit listrik sebesar 1.214,16 MegaWatt (MW). Jumlah ini melonjak hampir empat kali lipat dari capaian 2016 yang hanya 16 PPA.

“(Proses) PPA-nya lebih sederhana, sehingga (potensi kapasitas pembangkit listrik EBT) kami bisa mencapai 1,2 GW yang ditandatangani PPA-nya tahun lalu. Saya pikir itu akibat dari deregulasi yang dilakukan Kementerian ESDM,” imbuhnya.

Sebagai informasi, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, Kementerian ESDM akan terus melakukan deregulasi agar dapat mempermudah proses investasi. Tahun ini, setiap direktorat di Kementerian ESDM diminta mencabut setidaknya sepuluh aturan yang dianggap tumpang tindih dan mengganti aturan baru yang lebih sederhana.

Misalnya, baru-baru ini Menteri ESDM Ignasius Jonan menyederhanakan aturan terkait wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) di bidang ketenagalistrikan melalui Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 2 Tahun 2018.

Peraturan tersebut mencabut dan menggabungkan sepuluh Permen ESDM lama dan satu Kepmen terkait standar wajib untuk Luminer, Pemutus Sirkuit Arus Bolak-Balik (MCB), Sakelar, Kipas Angin, Tusuk Kontak dan Kotak Kontak, Ballast Elektronik, dan pemutus Sirkuit Arus Sisa (RCCB).

Editor: Hendrik JS

Previous articleMiyabi Menjadi Perbincangan Beberapa Negara
Next articleDonald Trump Ditawari Menjadi Manajer Arsenal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here