Indonesia Impor Garam 3,7 Ton

Ilustrasi Impor Garam

Jakarta, PONTAS.ID – Pemerintah Indonesia mengimpor garam, tetapi bukan garam konsumsi melainkan garam industri. Menetapkan kebutuhan garam untuk industri sebanyak lebih kurang 3,7 juta ton di 2018 ini. Angka tersebut untuk memenuhi kebutuhan industri petrokimia, pulp dan kertas, farmasi dan kosmetik, aneka pangan, pengasinan ikan, tekstil, penyamakan kulit, pakan ternak, pengeboran minyak, sabun dan detergen, serta industri lainnya.

Beberapa industri yang membutuhkan pasokan garam diantaranya industri petrokimia, pulp dan kertas, farmasi dan kosmetik, aneka pangan, pengasinan ikan, tekstil, penyamakan kulit, pakan ternak, pengeboran minyak, sabun dan detergen, serta industri lainnya.

Selama ini, sektor tersebut telah menjadi motor penggerak ekonomi. Sehingga, pasokan bahan baku harus lancar. Pemerintah pun menyiapkan jadwal pemasukan, pengawasan distribusi, dan pengawasan atas penggunaan garam impor.

“Untuk garam konsumsi atau yang kita kenal dengan garam dapur itu, kita sama sekali tidak mengimpor,” kata Darmin Nasution selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, (22/1/18).

Menteri Perdagangan bakal segera memproses ijin impor garam industri yang telah diajukan oleh beberapa industri pengguna garam sebagai bahan baku industri sesuai dengan data dari Kementerian Perindustrian. Inipun sejalan dengan hasil rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman pada 21 Desember 2017 lalu.

“Untuk impor garam industri ini tidak lagi memerlukan rekomendasi setiap kali impor. Itu akan dilakukan oleh Menteri Perdagangan. Tentu saja dengan batasan 3,7 juta ton,” terang Darmin.

Saat ini, penetapan angka untuk kebutuhan garam industri memang sebaiknya sesuai data Kementerian Perindustrian. “Inipun juga tidak sekaligus. Nanti di perjalanannya pun akan terus kita pantau,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here