Kabupaten Banjar, PONTAS.ID – Calon Wakil Bupati Banjar nomor urut 3, Muhammad Fadlan Asyari atau Guru Fadlan memastikan bukan boneka dari pengusaha. Rusli-Guru Fadlan merupakan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banjar yang maju dalam Pilkada Serentak pada Rabu, 9 Desember 2020.
“Jika terpilih, kami merupakan milik masyarakat Kabupaten Banjar dengan kekuasaan yang mandiri. Bukan Bupati dan Wakil Bupati boneka para pengusaha,” tegas dia saat melakukan kampanye pilkada di Desa Mekar Kecamatan Martapura Timur, Kamis (12/11/2020).
Dikatakan dia, tagline yang diusung pihaknya, Banjar Manuntung (Mandiri, Santun dan Gotong Royong) lantaran memiliki arti yang dalam dan sesuai dengan yang diinginkan masyarakat. “Kata Banjar, karena kami berdua asli orang Banjar. Lahir, besar dan tinggal di Kabupaten Banjar,” sebut dia.
Kemudian, sambung dia, mandiri memiliki arti tidak menjadi bonekanya pengusaha tapi memiliki kekuasaan penuh bersama masyarakat.
“Santun karena sebagai orang Banjar dan orang Islam memang diajarkan untuk santun. Dan gotong royong artinya berkerjasama dalam membangun daerah tercinta ini,” terang mantan Ketua MUI Kabupaten Banjar ini.
Ditegaskan dia, pasangan Rusli-Guru Fadlan bukan hanya mandiri dari intervensi pengusaha. Tapi juga tidak dikendalikan oleh keluarga ataupun kerabat dekat dalam membuat suatu kebijakan. Melainkan lebih melihat pada keinginan dan kebutuhan masyarakat.
“Bahkan istri pun tidak akan mempengaruhi dalam setiap kebijakan yang diambil. Artinya kami benar-benar mandiri dari kepentingan lain selain kepentingan masyarakat,” sindir dia.
Dijanjikan dia, di pemerintahan Kabupaten Banjar yang akan dipimpin Rusli-Fadlan Asyari akan banyak program yang menyentuh langsung untuk kemajuan daerah dan konsen dalam peningkatan ekonomi masyarakat.
“Salah satu program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memperbaiki infrastruktur sebagai penunjang ekonomi masyarakat,” janji dia.
Dicontohkan dia, jalan-jalan akses masyarakat akan dilakukan perbaikan agar masyarakat akan mudah saat membawa hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, bahkan masyarakat yang ingin berjualan ataupun berbelanja ke pasar.
“Pasar tradisional akan kita benahi agar tidak kalah dengan pasar modern. Pedagang berjualan merasa nyaman dan masyarakat yang datang ke pasar juga merasa nyaman. Maka ekonomi akan tumbuh dan meningkat,” jelas dia.
Lebih lagi dikatakan dia, pelayanan kesehatan juga akan ditingkatkan pada saat paslon Bupati dan Wakil Bupati Banjar nomor urut 3 ini ditetapkan sebagai pemimpin ke depan. “Pelayanan rumah sakit setempat saat ini sangat buruk. Jadi kedepan akan kita benahi agar jauh lebih bagus dan baik,” sebut dia.
Kemudian, lanjut dia, Kabupaten Banjar sebagai kota berjuluk Serambi Mekkah dan juga Kota Santri tentu harus dikembalikan marwahnya.
“Kita akan mengangkat nilai-nilai ke Islaman sebagai Kota Serambi Mekkah dan juga Kota Santri. Salah satu kebijakan yang diambil adalah membuat simbol keislaman tersebut. Pintu gerbang masuk kota martapura akan dibuat megah bernuansa islam. Pintu gerbang menuju objek wisata religi juga akan dibuat bagus dengan nuansa islami,” beber dia.
Tidak kalah penting, menurut Guru Fadlan, perhatian terhadap guru agama di Kabupaten Banjar terkait kesejahteraannya. “H Rusli saat ini sudah membantu 1.087 guru agama di Kabupaten Banjar dari uang pribadi. Nanti apabila duduk jadi Bupati Banjar insentif tersebut akan ditingkatkan nominalnya,” puji Guru Fadlan
Penulis: M. Apriani
Editor: Pahala Simanjuntak




























