Jakarta, PONTAS.ID – Pemprov DKI Jakarta menyediakan fasilitas untuk warga yang ingin menyaksikan fenomena trilogi super blue blood moon yang terjadi besok. Gubernur DKI Anies Baswedan berharap cuaca tidak mendung.
Anies mengatakan pihaknya membuka sejumlah tempat untuk menjadi lokasi warga menyaksikan fenomena langka itu. Di antaranya Planetarium Taman Ismail Marzuki, Tugu Monas, Setu Babakan, Taman Fatahillah, Kepulauan Seribu, Anjungan DKI Jakarta di Taman Mini, serta di Taman Impian Jaya Ancol.
“Jadi bagi warga yang ingin menyaksikan dari tempat-tempat itu, ini terbuka untuk umum dan kita berharap mudah-mudahan langitnya tidak mendung dan hujan di saat itu. Sehingga tidak mengganggu kegiatan peneropongan dan pertolongan ini disiapkan seluruh fasilitasnya,” kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (30/1/2018).
Anies tak lupa mengimbau seluruh jajarannya mengantisipasi peristiwa seperti banjir rob. Sebab, fenomena super blue blood moon ini akan berdampak kenaikan air laut.
“Kita pastikan semua pompa-pompa air di sana berfungsi dengan baik. Warga juga diberi tahu bahwa akan ada gerhana sehingga semua bisa mengantisipasi. Alarmnya sudah dinyalain semuanya,” terang Anies.
Anies juga meminta Dinas Pendidikan DKI memerintahkan para guru di DKI memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai super blue blood moon. Dia berharap para siswa bisa mengerti tentang fenomena itu dan dampaknya.
“Saya sudah mengeluarkan instruksi pertama kepada Dinas Pendidikan untuk menginstruksikan kepada semua guru untuk memanfaatkan fenomena gerhana bulan ini sebagai bahan pelajaran bagi siswa-siswanya. Terutama terkait dengan sains dan teknologi, bukan hanya terkait perbintangannya, tetapi juga terkait dengan fenomena alam yang mengiringinya,” papar Anies.
Selain itu, Anies memerintahkan Biro Pendidikan Mental Pemprov DKI memberi tahu para pengelola masjid di DKI untuk membuka fasilitas mereka agar warga bisa menggelar salat gerhana. Semua instruksi itu dikeluarkan Anies sejak pekan lalu.
“Lalu saya sampaikan kepada Biro Dikmental untuk memberikan pemberitahuan kepada pengelola fasilitas-fasilitas agama, terutamanya masjid supaya bisa menyelenggarakan salat gerhana di masa itu. Itu kita lakukan selama minggu lalu dan alhamdulillah persiapannya sudah disiapkan,” tutur Anies.
Super blue blood moon diperkirakan akan terjadi pada Rabu (31/1). Fenomena alam yang biasa tapi langka ini terjadi dalam 100 tahun, bahkan hingga 150 tahun.



























