Jakarta, PONTAS.ID – Program penataan kawasan pemukiman kumuh di Jakarta Utara yang dikomandoi Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Jakarta Utara melenceng dari target.
Padahal, ini merupakan salah satu program unggulan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui program Collaborative Implementation Plan (CIP) maupun Community Action Plan (CAP) untuk meningkatkan sarana prasarana utilitas seperti yang saat ini dikerjakan di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing.
Molornya program ini diketahui dari papan proyek yang tertulis pengerjaan ditargetkan selesai pada 25 November 2019 lalu. Namun hingga hari ini, Jumat 6 Desember 2019 masih dalam tahap pengerjaan.
Beberapa lokasi tersebut terletak di Jalan Kalibaru Timur V C RT.03/13 dan Jalan Kali Baru Timur IV A RT.07/13 serta di RW 07 Kelurahan Kalibaru Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Hingga berita ini dipublikasikan, Kepala Suku Dinas PRKP Jakarta Utara Chairul Latif dan Kasie Sarana Selvy Mandagi belum dapat memberikan tanggapan karena sedang di luar kantor, “Pak Kasudin sedang tidak ada dikantor, ibu Selvy juga tidak ada,” terang salah satu staf Sudin PRKP kepada PONTAS.id, di Gedung Walikota Jakarta Utara, Jumat (6/12/2019).
Proyek Percontohan
Sebagai informasi, program CAP Kelurahan Kalibaru menjadi proyek percontohan gerakan pengentasan kemiskinan di DKI Jakarta tahun 2019 ini.
Sekretaris Tim Kordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) DKI Jakarta, Kelik Miyarto mengatakan, dipilihnya Kelurahan Kalibaru karena angka kemiskinan di daerah itu lebih tinggi. Upaya penanggulangan kemiskinan meliputi fisik dan lingkungan serta peningkatan sumber daya manusia (SDM).
“Kita bangun kesadaran lebih dahulu. Baru kita berikan pelatihan-pelatihan agar warga bisa berusaha,”kata Kelik, disela-sela Pelaksanaan Rapat Kerja Daerah Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2019, di Ruang Bahari, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Rabu (4/12/2019) lalu.
Kelik menambahkan, upaya membangun kesadaran diharapkan mampu menggugah semangat warga untuk mencarai tambahan pemasukan melalui pemberdayaan.
Tahap pembangunan kesadaran selanjutnya akan dilanjutkan dengan pelatihan keahlian sesuai dengan minat dan potensi wilayah, kemudian pembangunan infrastruktur lingkungan guna menunjang pemberdayaan.
“Pelaksanaan bersifat berkelanjutan dan dinamis sesuai dengan kondisi serta kebutuhan di lapangan,” terang Kelik ketika itu.
Sementara, Lurah Kalibaru, Suyono lebih mengusulkan agar program Community Action Plan (CAP) oleh Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Sudin PRKP) dapat diadopsi disamping menjaring aspirasi diluar itu karena saat ini Program CAP di Kelurahan Kalibaru baru mencakup 8 RW.
Menurut Suyono, paling penting yang harus direalisasikan saat ini di Kelurahan Kalibaru yakni sarana prasarana yang harus segera dibenahi. “Kalau sarana prasarana sudah bagus, jalannya sudah bagus yang lain (SDM dan Perekonomian Masyarakat) sudah bisa ngikut,” tandasnya.
Penulis: Edi Prayitno
Editor: Idul HM



























