Jakarta, PONTAS.ID – Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Fanshurullah Asa, mendukung penuh niatan pemerintah menyetop ekspor gas Conocophillips ke Singapura pada 2023 mendatang.
Fanshurullah menilai, keputusan tersebut diyakini dapat meningkatkan nilai tambah produk gas dan mengurangi defisit neraca perdagangan.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif,mengatakan, pasokan gas dari Lapangan Suban milik Conocophillips akan dialihkan untuk kebutuhan domestik.
”Saya mendukung 100% gas untuk kepentingan dalam negeri bukan diekspor. Untuk nilai tambah dan kurangi defisit kita,” kata Fanshurullah, di Jakarta, Kamis (5/12/2019)
Pria yang karib disapa Ifan ini melanjutkan, penghentian pasokaan gas ke Singapura melalui pipa akan menjadi tambahan pasokan baru untuk memenuhi kebutuhan gas di dalam negeri yang terus meningkat.
“Masa gas yang murah kita ekspor, BBM yang mahal kita impor, bagaimana akal sehatnya? Pasar kita ciptakan,” tandasnya.
Menurut Fashurullah, gas yang dialihkan dari Singapura bisa dialihkan ke pipa Duri Dumai, kemudian alirkan ke kawasan industri di wilayah Sumatera.
“Nantikan bisa dibangun pipa dari dumai masuk ke Pelawan, Kawasan industri dibangun disana, bangun ke Jawa, Jambi nanti sambung semua. Pipa gas tuh bisa sampai 40 tahun. Nah inilah kita mau investasikan,” tutupnya.
Terpisah, Vice President Commercial and Business Development ConocoPhillips Taufik Ahmad, mengatakan, pihaknya perlu berdiskusi terlebih dahulu demi memastikan niatan dari pemerintah.
“Iya katanya begitu, nanti mau kita coba klarifikasi, mau diskusi dulu konteksnya gimana,” ungkap Taufik, di Jakarta, belum lama ini.
Penulis: Ririe
Editor: Riana

























