
Palangka Raya, PONTAS.ID – Seiring keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Kalimantan sebagai Ibu Kota baru, wacana pembangunan saluran pipa transmisi gas bumi Trans kalimantan pun kembali berembus.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan, pembangunan pipa transmisi gas bumi tersebut akan menghubungkan provinsi se-Kalimantan. Untuk mematangkan rencana itu, digelarlah focus group discussion (FGD) di Swiss-Belhotel Palangka Raya, Kamis (1/8/2019).
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Fanshurullah Asa, mengungkapkan, rencana pembangunan saluran pipa gas trans Kalimantan telah direncanakan sejak 2012 silam. Jika saluran pipa ini terhubung, tentu akan sangat mencukupi kebutuhan gas di calon Ibu Kota pemerintahan ke depan.
Fanshurullah pun berharap, rencana pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan serta Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan kawasan industri (KI) dinilai efektif untuk meningkatkan penyerapan gas di wilayah ini.
“Jadi, kalau hanya untuk kebutuhan calon Ibu Kota, itu persoalan kecil dan kami yakin sangat mencukupi. Baik di Kalsel, Kalteng, maupun Kaltim, kami sudah sangat siap soal pasokan gasnya. Sudah ada semua. Tinggal pilihan perhitungan tekno ekonominya,” kata Fanshurullah.
Lebih jauh, Fanshurullah mengatakan, sejauh ini progres pelaksanaan mencapai 75 persen, sedangkan sisanya saat FGD yang akan digelar di Pontianak, Kalimantan Barat, September mendatang.
Hal tersebut untuk lebih mematangkan lagi rencana pengembangan pipa transmisi trans Kalimantan agar dapat terwujud dan memberi manfaat yang besar untuk Pulau Kalimantan.
“Kami sangat mengapresiasi kepada seluruh gubernur di Kalimantan, DPR, DPD, bupati dan badan usaha yang telah hadir pada FGD ini dan mendukung terwujudnya pembangunan infrastruktur pipa gas bumi trans Kalimantan,” tuturnya.
Penulis: Riana
Editor: Hendrik JS



























