BPH Migas Dorong LNG Jadi Bahan Bakar Kereta Api

Kepala BPH Migas. M Fanshurullah Asa

Jakarta, PONTAS.ID – Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa, mengatakan, pihaknya terus mendorong peningkatan serapan gas dalam negeri, salah satunya adalah melalui Liquefied Natural Gas (LNG) yang bisa digunakan sebagai bahan bakar kereta api.

Kata dia, untuk bisa meningkatkan serapan LNG pada kereta api saat ini tengah dilakukan kajian untuk mengusulkan harga LNG khusus bagi angkutan kereta api.

“Apabila berdasarkan hasil kajian, penggunaan LNG tidak memenuhi tekno ekonomi, BPH Migas sebagai lembaga Independen akan mengusulkan kepada Presiden agar dibuat Perpres tentang harga LNG khusus untuk kereta Api sebagai mana Perpres Nomor 40 Tahun 2016 yang mengatur penetapan harga gas tertentu untuk industri sebesar enam dolar AS per MMBTU. Kita sinergi, kolaborasi, melangkah bukan berwacana, mesti action dan saya akan kawal khusus. Kalau ini berhasil, kami akan panggil Pelni dan ASDP,” kata Fanshurullah, Rabu  (11/11/2020).

Pria yang karib disapa Ifan itu mengatakan, penggunaan LNG sebagai bahan bakar kereta api kembali didorong sebagai alternatif gantikan BBM. Selama ini, lokomotif digerakan dengan menggunakan BBM jenis solar yang masih disubsidi.

Pada 2020, kuota BBM subsidi untuk PT Kereta Api Indonesia sebesar 240 ribu KL. Dengan selisih harga antara solar subsidi dan nonsubsidi sekitar Rp 5.000 per liter, maka akan ada potensi penghematan keuangam negara sebesar Rp 1,2 trilliun.

Fanshurullah pun meminta ada komitmen dari PT KAI untuk menggunakan LNG. Jika belum sebagai bahan bakar utama, penggunaan LNG bisa bertahap untuk kelistrikan di kereta api terlebih dulu.

“Untuk KAI yang penting kesungguhan komitmen dulu untuk segera mewujudkan ini, memang tidak untuk secara keseluruhan, bisa untuk penerangan gerbong terlebih dahulu, tetapi progress-nya jelas. Jika langsung lokomotif saat ini mungkin terkendala, untuk pengadaan lokomotif baru kita harapkan langsung bisa dual fuel BBM, solar maupun LNG,” ujar Fanshurullah.

Sementara, Adi Sangga Prasetya, Direktur Komersial PT PGN LNG, mengatakan kesiapan PGN LNG untuk mendukung konversi BBM ke LNG pada KAI. Apalagi pada Juli 2020 sudah ada MoU lanjutan dengan PT KAI. Terkait dengan penyediaan LNG untuk pemenuhan kebutuhan bahan bakar industri di Pulau Jawa, termasuk untuk KAI saat ini sedang dibangun Terminal LNG Jatim di Teluk Lamong, Gresik, yang merupakan sinergi antar BUMN, yaitu PGN LNG dengan Pelindo III.

Saat ini, progres pembangunannya telah mencapai 90% dan dijadwalkan akan beroperasi pada kuartal II 2021. Sumber pasokan LNG berasal dari Kilang Bontang yang diangkut dengan kapal tanker. Dari Terminal LNG Jatim akan distribusikan ke pipa gas atau langsung disalurkan ke konsumen dengan lSO container.

Posisi Pelabuhan Teluk Lamong berdekatan dengan jaringan kereta di Surabaya dan Gresik, juga sangat mendukung untuk supply LNG untuk KAI. KAI juga bisa sekaligus berperan dalam penyaluran atau pengangkutan LNG dengan Iso Container.

“Ada benefit tambahan jika pengangkutan ISO container dilakukan oleh KAI karena keberadaan posisi strategis KA yang memiliki jaringan stasiun point to point,” kata Adi Sangga

Penulis: Riana

Editor: Luki Herdian

Previous articleKawal Penyederhanaan Izin, Begini Taktik Menteri Edhy
Next articleGelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Mobil Sehat ZR Diserbu Warga