Tarik Investasi Hilir, BPH Migas Gandeng Kadin

Kepala BPH Migas. M Fanshurullah Asa

Jakarta, PONTAS.ID – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk menarik investasi di sektor usaha hilir migas. Pertemuan dilakukan secara daring pada akhir Januari 2021 lalu.

Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa, mengatakan bahwa peluang investasi terbuka bagi pelaku usaha, misalnya pada pembangunan jaringan transmisi maupun distribusi gas dengan konsesi 30 tahun. Fanshurullah bilang, Kadin bisa mendorong pelaku usaha untuk ikut berinvestasi di sektor hilir.

“Ini salah satu lingkup usaha yang bisa digarap, dimana Kadin bisa mendorong kalangan pengusaha anggotanya agar dapat tertarik untuk turut serta dalam pengusahaan transmisi dan distribusi gas bumi dan juga usaha pendukungnya,” kata Fanshurullah, dalam rilis BPH Migas, dikutip Rabu (3/2/2021).

Ketua Umum Kadin, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan bahwa pihaknya juga mendorong iklim usaha yang kondusif, bersih dan transparan yang memungkinkan keikutsertaan seluas-luasnya bagi pengusaha Indonesia supaya dapat berperan efektif dalam pembangunan nasional dalam tatanan ekonomi pasar juga perekonomian global.

“Keberadaan Kadin tidak hanya sampai provinsi, namun sampai dengan kabupaten/kota sehingga memungkinkan untuk membantu dan bekerjasama dengan BPH Migas sampai dengan tingkat daerah,” jelas Rosan.

Kemudian, Anggota Komite BPH Migas, Jugi Prajogio, mengungkapkan, ada tiga hal utama di bidang gas bumi yang bisa dikerjasamakan dengan Kadin. Yakni, pengusahaan pipanisasi, penetapan toll fee, dan harga untuk kebutuhan jaringan rumah tangga dan pelanggan kecil.

Untuk pengusahaan pipa transmisi, BPH Migas akan melelang ruas transmisi yang dapat diikuti oleh badan usaha di bidang gas. Untuk menciptakan demand penggunaan gas bumi untuk industri dan rumah tangga, Jugi menyampaikan sebelum pipa transmisi dibangun, dalam jangka pendek dapat dibuat receiving terminal LNG berbasis Iso Tank.

“Ini adalah peluang bisnis yang dapat digarap oleh pengusaha di bawah Kadin,” ungkap Jugi.

Jugi mencontohkan, di Kalimantan yang mempunyai lima provinsi sangat potensial untuk dibangun pipa transmisi dan distribusi. Menurut jugi yang potensial dibangun wilayah jaringan distribusi (WJD) dengan pipa yang lebih kecil dari pipa transmisi adalah Kaltim, Kalsel, dan Kalbar.

Dilihat dari demand baik listrik maupun non listrik, Jugi menjelaskan bahwa 1 wilayah WJD antara 4 hingga 10 mmscfd. Dengan demand yang secara rutin sudah feasible, FPP produktif, dan IRR produktif, BEP ditaksir di bawah 10 tahun.

“Dari LNG dulu. Kalau dapat membuat ranting dulu di Kalimantan, nanti baru ditingkatkan menjadi distribusi, tanki LNG diganti dengan pipa transmisi,” kata Jugi.

Selain pengusahaan pipa transmisi, peluang usaha yang bisa diambil Kadin adalah jaringan gas untuk rumah tangga dan pelanggan kecil.

“BPH Migas nanti akan membuat peraturan, kalau yang sudah ada untuk rumah tangga 1 investasinya dari APBN, untuk rumah tangga 2 investasi mandiri. Tentu ini peluang bagi Kadin untuk turut menggarap jaringan gas di apartemen, perumahan mewah, pusat perbelanjaan, dan lainnya,” terang Jugi.

Sementara itu, Komite BPH Migas, M. Lobo Balia, mengusulkan adanya tindak lanjut dengan Kadin sebagai wadah pengusaha. Yakni dengan mengadakan sesi khusus ataupun expo untuk mengundang pengusaha-pengusaha migas berinvestasi.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Energi dan Migas, Boby Gafur Umar, pun sependapat bahwa pertemuan Kadin dan BPH Migas perlu diadakan kembali secara khusus dan membuat nota kesepahaman (MoU). Dikatakan Boby, pengusaha juga memerlukan hitung-hitungan yang feasible, dan ujungnya dapat membantu peningkatan energi.

“Semangat pemerintah untuk kerjasama dengan Kadin kita sambut baik. Yang penting pasokan gas dari mana sumbernya, lewat mana. Kalau demand tidak khawatir, pasti laku. Secara prinsip Kadin dan BPH Migas siap tindak lanjut dengan MoU, sekaligus nanti mendetailkan sektor-sektor yang bisa dikerjasamakan,” pungkas Boby.

Penulis: Riana

Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here