Yasonna Mundur, Pengamat: Rakus Kekuasaan

Menkum HAM Yasonna Laoly

Jakarta, PONTAS.ID – Pengamat Politik dari Lingkar Madani sekaligus mantan aktivis 98, Ray Rangkuti, menganggap pengunduran diri Yasonna itu sebagai wujud ketamakan atas jabatan atau kekuasaan.

“Alasan beliau (Yasonna mundur dari Menkumham) karena dipilih anggota DPR itu justru memperlihatkan seperti rakus dalam berkuasa,” kata Ray, usai menghadiri acara diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (28/9/2019).

“Karena beliau tahu tak akan dipilih lagi sebagai anggota kabinet, memilih kemudian jadi anggota legislatif. Artinya tetap berkuasa, itu intinya, jangan sampai jadi rakyat. Tetap berkuasa dan itu wajah yang rakus kekuasaan itu,” lanjut Ray.

Lebih jauh, Ray juga menyesalkan sikap politikus PDIP itu mundur dari jabatannya sebelum masa kepemimpinannya sebagai Menkumham habis pada Oktober nanti.

Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa Yasonna tidak beretika sebagai pejabat publik.

“Sangat tidak elok. Dia ini kan orang hukum, bayangan kita dia punya etika yang jauh lebih tinggi,” tukas Ray.

Ia pun menilai, dari sisi manapun bahwa mundurnya Yasonna dari jabatannya sebelum habis masa baktinya sebagai Menkumham adalah langkah yang absurd dan tidak masuk akal.

“Dari aspek manapun. Hal itu tidak bisa dipahami langkah beliau ini,” tutup Ray.

Penulis: Riana

Editor: Luki H

Previous articleHUT ke 68, IBI Asahan Terus Tingkatkan Kompetensi 1.200 Bidan
Next articleGempa Ambon, Pertamina Kirim Bantuan untuk Para Pengungsi