Jakarta, PONTAS.ID – PT Pertamina (Persero) menyatakan serangan drone ke tempat penyimpanan minyak produksi Saudi Aramco tidak akan mengganggu pasokan minyak di produksi kilang milik mereka.
Diketahui sebelumnya, dua fasilitas minyak milik perusahaan nasional Arab Saudi, Aramco, terbakar usai terkena serangan pesawat tanpa awak atau drone. Video dari media nasional Saudi Press Agency (SPA) memperlihatkan kobaran api dan asap hitam tebal di Abqaiq, lokasi berdirinya pabrik pengolahan minyak terbesar milik Aramco.
“Saudi Aramco tetap optimistis. Mereka kan investornya banyak, dan mereka punya inventory yang besar,” kata VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fajriyah Usman, di Jakarta, Senin (16/9/2019).
Fajriyah mengatakan, pihaknya mengimpor minyak mentah (crude) dari Saudi Aramco sebanyak 110.000 barel per hari. Ia pun menegaskan, sejauh ini harga dan pasokan minyak mentah (crude) masih normal.
“Tim Pertamina terus berkomunikasi intensif dengan Saudi Aramco. Dan mereka pun memastikan penjadwalan crude selanjutnya sesuai jadwal,” bebernya.
Kata Fajriyah, Pertamina juga mengimpor produk BBM dan LPG dari perusahaan migas pelat merah asal Arab Saudi tersebut. Namun, impor produk BBM dan LPG Pertamina berasal dari banyak pemasok sehingga tidak langsung terganggu kendati salah satu kilang Aramco mengalami gangguan.
“Pengiriman satu bulan sekali. Satu bulan ke depan aman,” tuntas dia.
Penulis: Riana
Editor: Stevanny




























