Jakarta, PONTAS.ID – Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan bahwa situasi di ibu kota pada saat perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Selasa (5/2/2019) besok, akan aman terkendali, dan masyarakat tak perlu mengkhawatirkan apapun.
Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur DKI, Anies Baswedan setelah melakukan pertemuan dengan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono di Gedung Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat (Jakpus), Senin (4/2/2019).
Berdasarkan informasi yang didapatkan dari pihak Polda Metro Jaya, jelas Anies, tidak ada tanda-tanda gangguan apa pun menjelang perayaan Imlek besok. Anies pun juga berencana untuk mengunjungi salah satu wihara yang ada di Jakarta pada perayaan Imlek besok.
“Kami berbicara dengan Pak Kapolda juga tentang kondisi keamanan. Insya Allah situasi aman. Tidak ada tanda-tanda akan ada apa-apa, jadi Insya Allah (Imlek) berjalan baik. Besok tentu saya akan mampir. Kemungkinan besar ke petak sembilan seperti biasa,” kata Anies.
Sementara itu, Kapolda Gatot menyampaikan, polisi mengerahkan sekitar lima ribu personel untuk mengamankan Imlek di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Aparat kepolisian, baik yang berseragam maupun tidak berseragam, sudah berjaga sejak Senin siang.
“Personel kami lebih kurang lima ribu, (menjaga keamanan) di tempat-tempat ibadah dan tempat-tempat yang berpotensi kita anggap rawan dari prediksi intelijen. Mulai dari hari ini tadi siang malam hari sampai besok. Insya Allah aman semuanya,” ujar Gatot.
Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, petugas keamanan gabungan itu terdiri dari unsur Polri, TNI, Petugas Dinas Pemadam Kebakaran, dan Satpol PP.
Pengamanan dengan melibatkan lima ribu personel lebih itu dibagi menjadi tiga kawasan. Pertama, penjagaan di 332 vihara di Jakarta. Kedua, di tempat-tempat rekreasi, seperti di mall, Monas, Ragunan dan tempat lainnya. Ketiga, penjagaan pun dilakukan di jalur tol untuk mengamankan situasi arus lalu lintas.
“Penjagaan tentu dilakukan setiap vihara yang sedang merayakan Imlek. Kemudian, tempat rekreasi. Karena dengan liburan ini dimanfaatkan bukan hanya orang yang beribadah saja. Masyarakat lain pun memanfaatkan dengan rekreasi,” ucapnya di Ditreskrisus Polda Metro Jaya, Senin (4/2/2019).
Argo menyebutkan, lima ribu lebih personel itu termasuk melibatkan jajaran kepolisian di masing-masing wilayah. Pengamanan itu dilakukan terutama untuk mengatasi situasi arus lalu lintas kendaraan menuju tempat ibadah dan tempat rekreasi.
“Di depan vihara pun kami akan lakukan penjagaan. Pengamanan pun akan dilakukan jajaran Polres. Untuk pengaturan lalu lintas, jika memang harus dilakukan buka tutup maupun contra flow, maka kami akan lakukan,” ucapnya.
Argo menegaskan, penjagaan oleh personel gabungan akan dilakukan mulai sore ini. Jajaran kepolisian pun sudah melakukan pengecekan objek-objek vital yang rawan kemacetan di Jakarta.
“Semuanya kami akan lakukan. Kami berharap untuk saudara kita yang menjalankan Imlek berjalan aman dan lancar di sana. Sore ini sudah dilakukan pengecekan,” tutupnya.
Editor: Risman Septian




























