Tekan Harga, Bulog Kucurkan Beras Kepasar Induk Cipinang

Operasi Pasar Bulog, (Foto:Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Perum Bulog akan menyuplai 2.000 ton beras medium per hari melalui operasi pasar ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga yang semakin tinggi.

Direktur Utama Food Station Arief Prasetyo Adi mengungkapkan saat ini rata-rata harga beras medium di PIBC adalah Rp10.034 per kilogram. Adapun, harga beras medium dengan kualitas III atau terendah sudah mencapai Rp9.225 per kg. Dengan harga tersebut, beras medium jelas akan lebih tinggi lagi ketika sudah tiba di tangan konsumen lantaran harus melalui perantara pasar turunan.


Insyaallah dengan kami mulai (operasi pasar) hari ini di Cipinang yang menguasai 20 persen beras di seluruh Indonesia, saya kira ini akan mempengaruhi harga yang ada,” kata Tri Wahyudi di PIBC, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Maka dari itu, pihaknya bekerja sama dengan Perum Bulog untuk menekan harga tidak terlampau tinggi di PIBC.

Sebagai permulaan, Bulog akan melepaskan 100 ton beras medium secara simbolik dengan harga Rp8.500 per kg. Nantinya, beras-beras itu akan dikirimkan ke pasar turunan dan dijual dengan harga Rp9.000 per kg.

“Ini akan didistribusikan ke wilayah Jakarta dan sekitarnya,” ujar Arief di Jakarta

Kendati demikian, pengiriman ke pasar-pasar turunan tidak akan langsung dilaksanakan saat ini. Dari PIBC, biasanya membutuhkan waktu beberapa hari untuk sampai ke pedagang di pasar lain.

“Kami tetap butuh rantai tata niaga di pasar induk (Cipinang) karena di sini sudah ada jaringan distribusinya di Jakarta, Tangerang dan Banten. Jaringan di sini bisa 15 sampai 30 toko di pasar turunan,” ucapnya.

Arief meramalkan operasi pasar di PIBC akan berlangsung sampai Maret 2019. Pada bulan tersebut, musim panen raya sudah tiba sehingga stok akan lebih banyak dan harga beras medium di pasaran kembali normal.

Editor: Idul HM

Previous articleWujudkan Stadion BMW, Jakpro Harus Kembalikan 650 Miliar Endapan PMD
Next articleIndonesia Terus Dorong Ekspor Kopi ke Negeri Ginseng