
Palangka Raya, PONTAS.ID – Kapolres Palangka Raya, AKBP Timbul R.K. Siregar melibatkan unit Binmas (pembinaan masyarakat) dan unit intelijen dalam melakukan program Kontra Radikal. Program ini merupakan kebijakan Mabes Polri untuk menurunkan tingkat radikalisme di masyarakat.
“Selain melakukan diskusi FGD (Focus Discussion Group) kami juga mendatangi tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk melakukan dialog soal paham-paham radikal,” kata Timbul, kepada wartawan di Mapolres Palangka Raya, Rabu (21/11/2018).
Sementara pada saat kegiatan ibadah dari setiap kelompok agama, pihaknya kata Timbul, menurunkan petugas yang datang secara khusus menjalin komunikasi dengan umat.
Sementara di bidang pendidikan, kampus-kampus perguruan tinggi serta sekolah-sekolah yang ada di Palangka Raya, juga menjadi tujuan kunjungan dari petugas Polres Palangka Raya.
“Kerap petugas kami ikut dalam upacara-upacara yang dilakukan sekolah serta melakukan diskusi-diskusi dengan kelompok mahasiswa,” kata dia.
Sebelumnya, Direktur Binmas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol. Jafar Sodiq mengungkapkan, Polda Kalteng aktif mendekati masyarakat termasuk tokoh-tokoh agama untuk saling bertukar informasi serta menampung aspirasi yang muncul dalam kehidupan warga,
Hal ini disampaikan Jafar usai menjadi pembicara dalam kegiatan Workshop Pembinaan Umat Program Bimbingan Masyarakat Hindu, Kantor Wilayah Kementerian Agama, Kalimantan Tengah dengan tema “Sinergitas Lembaga /Organisasi dalam Pelayanan dan Pembinaan Umat” di Hotel Batu Suli, Palangka Raya, Rabu (21/11/2018).
Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Hendrik JS


























