Ulama Acungi Jempol Cara Kapolri Tangani Insiden Mako Brimob

Suasana Mako Brimob Kelapa Dua, pasca penanggulangan insiden napi teroris

Pontianak, PONTAS.ID – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian diacungi jempol oleh Plt Rektor Institut Agama Islam Negeri Pontianak, M Syarif.

Sebab, Tito dinilai berhasil mengakhiri drama tiga hari insiden Mako Brimob, pada Kamis (10/5/2018) lalu dengan tangan dingin meski 5 personilnya gugur akibat dibunuh secara sadis oleh kelompok teroris di Mako Brimob Kelapa Dua.

“Polri terbukti menunjukkan kelasnya sebagai polisi kelas dunia. Padahal lima anggotanya dibunuh dengan keji, namun Polri mampu bertindak profesional dengan tidak melakukan penanganan yang brutal,” kata Syarif di IAIN Pontianak, Sabtu (12/5/2018).

Syarif tegas menyebut, tindakan profesional anggota kepolisian dalam menangani kejadian tersebut berkat tangan dingin Tito karena mengedepankan pendekatan yang manusiawi (soft approach) .

“Meski sedang berada di luar negeri, pak Kapolri berhasil mengatur strategi operasi penanggulangan dari Yordania. Dan langkah Kapolri sudah tepat melalui pendekatan soft approach,” lanjut pengurus NU tersebut.

Sebab menurut dia, jika cara soft approach tidak dilakukan, akan memperbanyak jumlah korban, “Tentu tak bisa gegabah langsung diserang, bisa lebih fatal lagi kalau begitu. Jadi jangan cepat menuding polisi lamban dan tidak tegas,” kata dia.

Syarif juga menyayangkan reaksi miring sebagian pihak serta pihak lainnya yang berupaya menyeret masalah ini ke ranah politik, “Janganlah memperkeruh suasana,” tutupnya. (Kontri)

Editor: Hendrik JS

Ggg

Previous articleBPC HIPMI Jakarta Selatan Mencetak Wirausahawan Baru di Ibu Kota
Next articleHipmi Jaksel Fasilitasi Teknologi Digital Bagi Pengusaha Muda