Jakarta, PONTAS.ID – Komisi I DPR RI meminta perjanjian (Memorandum of Understanding) antara Facebook dengan Cambridge Analytica untuk mengonfirmasi letak kesalahan skandal kebocoran data.
Menanggapi permintaan tersebut, Vice President of Public Policy Facebook Asia Pasific Simon Milner mengungkapkan pihaknya tidak memiliki kesepakatan dengan Aleksander Kogan dan Cambridge Analytica.
“Facebook memiliki kebijakan untuk developer aplikasi. Namun, kebijakan dan ketentuan bisa berubah seperti pada 2014,” ucapnya ditengah Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPR di Jakarta, Selasa (17/4/2018).
Menurutnya pada saat insiden, Facebook tidak memiliki hubungan dengan Cambridge Analytica. Namun hubungan yang terbangun adalah antara Kogan dan CA.
“Tak ada kesepakatan yang disusun dan perjanjian apapun dan dokumen yang mengaitkan Facebook dengan CA.”
“Kami harap apa yang kami sampaikan cukup membantu karena itu yang menjadi pertanyaan utama dari Dewan. Kami bisa menyampaikan kebijakan yang ada saat ini dan saat itu,” imbuhnya.
Milner memaparkan kebijakan yang ada saat itu dan sekarang ada larangan membagikan data ke pihak lain.
“Data yang diperoleh Kogan dibagi ke CA dan itu melanggar kebijakan kami,” tegasnya.
Menanggapi penjelasan Milner, anggota fraksi PDIP Komisi I Evita Nursanty mengungkapkan Facebook tidak bisa terus menerus menyalahkan Kogan terkait kasus ini. “Facebook jangan salahkan Kogan terus menerus,” ucapnya.
Perbaiki Data Pelanggan
Sementara itu, Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari menyampaikan langkah yang akan dilakukan untuk memperbaiki kejadian penyalahgunaan data pelanggan.
“Pertama, kami akan mencari tahu apa yang sebenarnya dilakukan oleh Cambridge Analytica. Selain tentunya, memberi tahu semua yang terkena dampak atau dirugikan dalam hal ini,” ujarnya dalam RDP Komisi I, Selasa (17/4/2018).
Kedua, Facebook akan memastikan tidak ada lagi penyalahgunaan data oleh pengembang aplikasi.
“Sekarang kami sedang melakukan investigasi atas semua aplikasi yang pernah mendapatkan akses atas informasi dalam jumlah besar. Jika ada dari mereka yang menyalahgunakan data pengguna, kami akan memblokir mereka dari Facebook dan memberitahu semua orang yang telah terkena dampak,” tambahnya.
Ketiga, untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi kedepannya, Facebook akan memastikan agar para pengembang tidak dapat mengakses banyak informasi di sini.
“Untungnya, kami telah melakukan perubahan besar atas platform kami pada tahun 2014 lalu, yang akan mencegah kasus seperti Cambridge Analytica terjadi lagi,” jelas Ruben.
Dia menekankan akan menjalankan tanggung jawab dengan sangat serius dalam memastikan perangkat mereka ini digunakan untuk mengedepankan misi sosial.
Dia pun menyampaikan permohonan maaf dan mengakui belum optimal mencegah penyalahgunaan di platformnya.
“Merupakan kesalahan besar bagi kami untuk tidak memandang tanggung jawab kami secara lebih luas dan CEO kami sepenuhnya mengambil tanggung jawab itu,” jelas Ruben.
Facebook pun berjanji untuk membagikan detil informasi tentang langkah-langkah yang mereka lakukan kedepannya




























