Harga Beras Naik, Pengelola Pasar Minta Pemerintah Gelar Operasi Pasar

Jakarta, PONTAS.ID – Minyak goreng bersubsidi dari pemerintah (minyak kita) yang sempat meroket harganya dan hilang wujudnya di awal tahun 2023, kini dengan mudah ditemukan di pasaran. Terpantau, Rabu (1/3/2023) di salah satu Pasar Tradisional Klender SS, kini harganya sudah sesuai dengan ketentuan, yakni Rp 14.000 per liter.

Meski harga minyak telah stabil, kini lonjakan harga justru menimpa bahan pokok utama yaitu beras. Pedagang Beras pasar tradisional Klender SS, Muhammad mengatakan harga beras merangkak naik dari bulan November 2022 dan belum mengalami penurunan hingga detik ini.

“Belum turun harganya. Beras kualitas Premium yang biasanya dibeli dengan harga Rp 13.000/Kg, kini tembus di angka Rp 16.000/Kg,” ungkap Muhammad Pedagang beras berdarah Aceh itu kepada Pewarta PONTAS.id.

Sementara beras kualitas rendah harganya dibandrol Rp 10.000 hingga 11.000/kg. Harga beras tersebut naik dari bulan sebelumnya yang hanya mencapai Rp. 8.000 per kg.

“Dulu masih ada beras yang kami jual Rp. 8.000/Kg. Namun sekarang paling murah Rp. 9.000/Kg. Meski demikian, distribusi beras masih berjalan dengan lancar. Stok beras masih tersedia,” tandasnya.

Menanggapi keluhan pedagang, Kepala Pasar Klender SS, Diaptra Gadjah Mada mengatakan Pasar Jaya merupakan salah satu BUMD perusahaan daerah yang memiliki fungsi salah satunya membantu menstabilkan harga sembako di Provinsi DKI Jakarta.

“Otomatis dengan adanya kenaikan harga sembako ya di situlah kita harus benar-benar berperan penting untuk berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk menstabilkan harga,” ujarnya

Dirinya berharap pemerintah bisa menangani tingginya harga beras saat ini. Pihaknya ingin ke depannya ada operasi pasar agar mengembalikan harga beras yang melonjak naik turun ke harga normal.

“Dulu juga sama sebelum beras, harga minyak meroket dan sempat langka. Alhamdulillah setelah awal bulan ini ada operasi pasar. Akhirnya, sekarang harga minyak sudah normal sesuai harga eceran tertinggi. Nah kita menginginkan dengan adanya operasi pasar yang digelar pemerintah ataupun bulog, harga beras pun bisa terjun kembali ke harga normal,” tutupnya

 

Penulis: Rahmat Mauliady
Editor: Fajar Virgyawan Cahya

 

Previous articleDPR Dukung Menperin Tolak Usulan Erick Thohir untuk Impor Kereta Bekas Jepang
Next articleMPR Berharap MK Konsisten dengan Tolak Permohonan Sistem Pemilu Tertutup