Kerja Marathon, Polisi Ciduk Lagi Anggota Group MCA

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Fadil Imran

PONTAS.ID – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil menciduk BG terduga penyebar isu SARA dan Hoaks dari kelompok Muslim Cyber Army (MCA).

BG ditangkap saat bersembunyi di kediaman mertuanya di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Minggu (4/3/2018). BG (35) diduga merupakan admin dari sejumlah grup milik MCA dan anggota grup inti, The Family MCA.

“BG ditangkap dalam persembunyian di kediaman mertuanya di Kabupaten Serdang Begadai, Sumatera Utara,” ujar Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Fadil Imran melalui keterangan tertulis, Senin (5/2/2018).

Dijelaskan Fadil, BG ditangkap saat mencoba menghilangkan barang bukti karena mengetahui adanya petugas yang akan menangkapnya. BG merupakan pemilik akun Facebook bernama Bobby Gustiono dan Bobby Siregar.

BG kata Fadil, kerap membagikan konten hoaks, ujaran kebencian, dan diskriminasi berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) ke grup Facebook yang dia ikuti, “Dia mengikuti lebih dari 50 group FB,” kata Fadil.

Dari tangan BG, penyidik menyita barang bukti dua buah ponsel beserta SIM card. Dari perangkat yang disita, petugas menemukan sejumlah konten ujaran kebencian dalam berbagai bentuk untuk disebarkan di media sosial.

Sebar Kebohongan
Sebelumnya, polisi juga telah menangkap enam admin MCA, yakni ML (40) di Tanjung Priok, RSD (35) di Pangkal Pinang, RS (39) di Bali, Yus (24) di Sumedang, RS di Palu, dan TA di Yogyakarta.

Konten-konten yang disebarkan pelaku meliputi isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia, penculikan ulama, dan mencemarkan nama baik presiden, pemerintah, hingga tokoh-tokoh tertentu.

Konten yang disebarkan termasuk menyebarkan isu bohong soal penganiayaan pemuka agama dan perusakan tempat ibadah yang ramai belakangan.

Tak hanya itu, pelaku juga menyebarkan konten berisi virus pada orang atau kelompok lawan yang berakibat dapat merusak perangkat elektronik bagi penerima.

Editor: Hendrik JS

Previous articleMakin Terbuka, Arab Saudi Izinkan Wanita Lari Marathon
Next articleAsosiasi Industri Jerman: Trump Pertaruhkan Konflik Perdagangan