Jakarta, PONTAS.ID – Situasi kawasan perkantoran PT Freeport Indonesia (Freeport) di Kuala Kencana, Papua saat ini sudah aman dan kondusif. Pada Senin (30/3/2020) lalu, KKB menembak rombongan karyawan Freeport yang menewaskan satu orang dan melukai enam lainnya.
Dari enam, dua di antara mereka terluka tembak serius sehingga dievakuasi ke RS Tembagapura, yakni Jibril MA Bahar dan Ucok Simanungkalit. Sedangkan yang meninggal adalah Greme Thomas Wall.
“Saat ini situasi di sekitar TKP sudah aman dan kondusif. Aparat gabungan dari TNI dan Polri masih melakukan pengejaran,” ungkap Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Ahmad Mustofa, menjawab PONTAS.id, melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Rabu (1/4/2020).
Ditambahkan Mustofa, kemarin, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw bersama Pangdam VII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab telah turun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Kapolda dan Pangdam kemarin datang ke lokasi memimpin langsung proses olah TKP,” pungkasnya.
Sebagai informasi, peristiwa ini berawal ketika Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kuala Kencana, Papua melakukan penembakan di wilayah perkantoran Freeport.
Total ada tujuh orang yang menjadi korban dalam insiden penembakan yang terjadi sekitar pukul 13.50 WIT.
Tak berapa lama berselang, sekitar pukul 14.15 WIT personel gabungan TNI-Polri tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung melakukan pengejaran.
Adapun korban meninggal akibat insiden tersebut bernama Graeme Thomas Weal, warga negara Selandia Baru berumur 57 tahun.
Sementara, dua orang korban luka lainnya adalah Jibril dan Ucok Simanungkalit. Jibril terluka di bagian perut kanan dan paha bagian kanan. Ucok, karyawan PT Freeport Indonesia terluka luka pada siku kanan dan punggung belakang.
Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Riana Agustian




























