Jakarta, PONTAS.ID – Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali membuat masalah, kali ini OPM membuat Pemerintah meradang dengan membunuh anggota TNI serta melalukan pembakaran terhadap sekolah.
Menanggapi hal itu, Pengamat Militer Susanintyas Nefo Kertopati mengatakan, kasus separatisme seperti OPM adalah PR besar bagi Presiden berikutnya.
“Prediksi saya siapa pun Presidennya Papua akan tetap jadi PR besar bagi pemerintah RI. Karena menurut saya masalah disana belum dilengkapi dengan update kondisi terkini Papua yang jauh lebih rumit apalagi jumlah aktor konflik makin banyak multi kepentingan. Sementara pendekatan Pemerintah masih sama,” katanya, Jumat (19/7/2024).
Wanita akarab disapa Nuning menututkan, TNI juga harus menyelesaikan isu separatisme di Papua dengan mekanisme peraturan internasional sebagaimana diatur oleh PBB.
Terlebih, hal yang penting adalah memetakan akar masalah terutama yang msh belum selesai.
Ia melanjutkan, separatisme juga terjadi di berbagai belahan dunia dan ditangani secara profesional oleh militer negara-negara tersebut.
Nuning mencontohkan, isu separatisme di Catalunya diselesaikan dengan cepat dan senyap oleh militer Spanyol. Bahkan Uni Eropa juga secara tegas membantu pemerintah Spanyol membasmi sparatisme Catalunya. Irlandia di Inggris.
“Dengan status OPM sebagai separatis, maka mekanisme dukungan internasional akan berpihak kepada pemerintah Indonesia,” ujarnya.
Terkait dengan soal penembakan terhadap TNI dan pembakaran Sekolah itu, Menurut Nuning, OPM bermain simbol dalam melakukan operasinya.
Karena itu, TNI sebagai simbol Pertahanan dan Sekolah simbol kemajuan generasi penerus. Dan dua hal itu tidak disukai OPM
“Pemerintah sudah berupaya menyelesaikan masalah di Papua tetapi jika akar masalahnya tak disekesaikan termasuk masalah Otsus maka aka terus terjadi kekerasan yang dilakukan OPM,” tegas dosen Universitas Pertahanan (Unhan) ini.




























