Bongkar, Pemkab Indramayu Amankan 85 Kios Semi Permanen

Exif_JPEG_420
Indramayu, PONTAS.ID – Pemerintah Kabupaten Indramayu melakukan langkah untuk menjaga ketertiban dan kelancaran berlalulintas di pasar anyar Kelurahan Karang Malang, Kecamatan Indramayu dengan mengeksekusi bangunan liar, Kamis (2/6/2024).
Tindakan itu diambil disebabkan banyaknya bangunan liar hingga membuat kemacetan setiap harinya, dengan memarkir kendaraanya sembarangan.
Kurang lebih 85 kios dan warung semi permanen yang di eksekusi. Diketahui pula sebelumnya para pedagang sudah diberi surat peringatan untuk membongkar lapak dagangannya secara mandiri pada waktu yang telah disepakati. Seperti Warsinih (38) seorang pedagang, dirinya menyadari tindakannya, tetapi juga dia mengharapkan pihak pemerintah bisa memberikan solusi bagi rakyat kecil.
“Ya memang sudah dikasih tahu sih, sebenarnya sudah di kasih tahu. Cuma bagi yang punya duit bisa ngontrak tapi yang nggak punya ya kasihankan,” kata Warsinih.
Warsinih menambahkan, bahwasanya dia berjualan sudah hampir 10 tahun dan berpindah pindah karena statusnya mengontrak, jatuh bangun selama berdagang sudah terbiasa demi menjaga pelanggannya supaya tidak pindah di tempat lain.
“Maaf ya, seharusnya bukan waktunya (pembongkaran), ini kan pas pemilihan apa nggak butuh suara rakyat kecil. Jangan rakyat gede aja yang diberikan kebijakan. Kasihan sama orang pedagang kecil buat bayar cicilan bank, nafkahi keluarga juga biaya sekolah anak-anak. Ya boleh menggusur tapi yang adil kasih jalan keluarnya,” ujarnya.
“Ada (relokasi) cuma ya harus ngontrak. Sok saya minta kebijakannya aja,” imbuh dia.
Warsinih mengaku terpaksa mendirikan lapak di atas saluran sungai dan trotoar itu karena sebelumnya ia menjadi korban penggusuran. Bahkan, ia rela mengeluarkan kocek tambahan Rp 5 juta pertahun agar menambah area lapak.
“Digusur dari depan ya pindahan. Bangun lagi di sini, sebelahnya ngontrak sama pengurus TPU RK mas Lukman sebesar Rp 5 juta pertahun,” katanya.
Pemerintah Kecamatan Indramayu sendiri, menduga adanya oknum yang memanfaatkan menjadi peluang bisnis terselubung hingga menjamurnya lapak liar di sepanjang jalan hingga menutup saluran air tersebut. Untuk itu Camat Indramayu, Indra Mulyana menghimbau agar para pedagang maupun masyarakat jika ada warganya terlibat dalam praktik jual beli lapak di atas trotoar dan di atas saluran air untuk melaporkan ke tingkat Kelurahan atau Kecamatan.
“Kita sudah arahkan, sudah sosialisasi agar mereka bisa melaporkan apabila memang ada praktik-praktik jual beli lapak dan lain sebagainya,” jelasnya.
Indra tidak menampik, Kecamatan Indramayu sebagai pusat pemerintahan sekaligus sentra ekonomi ini menjadi daya tarik bagi warga untuk berniaga. Sehingga tak heran, sebagian dari mereka yang harus memotong hak orang lain seperti mendirikan bangunan di area publik.
pemerintah sudah menertibkan bangunan liar di sejumlah titik. Seperti di area Sport Center, Pekandangan sampai Teluk Agung, Gatsu hingga Samsu dan samping Wisma Haji.
“Itu yang menjadi sasaran prioritas kita tertibkan. Pemerintah Indramayu tetap memperhatikan ekonomi masyarakat tetap bergerak tetapi juga ada hak masyarakat lain yang harus kita pikirkan bersama,” pungkasnya.
Penulis: Cartono
Editor: Fajar Virgyawan Cahya
Previous articleKorupsi PIP, Rektor dan eks-Rektor Mitra Karya Masuk Bui
Next articlePemerintah Diminta Hati-hati Buat Kebijakan soal Tanaman Kratom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here