DPR Dorong Kekuatan Ekonomi Melawan Israel, Bukan dengan Militer

Jakarta, PONTAS.ID – Tentara Israel makin agresif dalam menggepur wilayah-wilayah Palestina. Sampai hari ini sudah banyak jutaan korban dari warga Palestina meninggal akibat serangan agresif tersebut.

Merespon hal itu, Wakil Ketua BKSAP DPR Sukamta menegaskan untuk menekan agresi militer Israel terhadap rakyat Palestina diperlukan kekuatan ekonomi yang besar bukan kekuatan militer.

Menurut Sukamta, untuk memberikan kemerdekaan kepada rakyat Palestina perlu adanya aksi nyata, dengan tidak berkompromi soal ekonomi dengan Israel.

“Yang pasti bukan kekuatan militer, karena kita pasti tidak mau ikut campur secara militer, tidak juga mau beradu secara militer. Karena kita tempatnya jauh dan juga kekuatan militer kita kalah dengan negara-negara besar lain,” kata Sukamta, Kamis (13/6/2024).

“Yang mungkin bisa dilakukan kekuatan ekonomi, jangan sekali-kali kita buka hubungan diplomatik dengan Israel,” tegasnya.

Politisi PKS ini mengingatkan Pemerintah Indonesia tidak membuka keran diplomasi dengan Israel, lantaran akan melumpuhkan Indonesia.

“Hari ini jangan ngomong diplomasi sekali Indonesia buka hubungan diplomatik satu-satunya kartu truf yang kita punya hilang, kita berikan, kita nggak punya kartu truf lagi,” ungkapnya.

Dia menjelaskan jika ada orang di Indonesia yang mau mendorong Indonesia berkompromi dan membuka hubungan diplomasi dengan Israel, sama saja dengan menyerahkan kartu as kekuatan Indonesia.

“Kalau itu terjadi kita menyerahkan seluruh kartu yang bisa kita mainkan, untuk mendukung kemerdekaan bangsa Palestina, hari ini,” pungkas Sukamta.

Sementara itu, Pengamat Hubungan Internasional Hikmahanto Juwana melihat adanya aksi demo dari berbagai belahan dunia termasuk dari Amerika Serikat yang dimotori oleh para mahasiswa dari universitas ternama , semua ujungnya adalah dunia tidak bisa melihat penindasan terhadap manusia-manusia yang ada di Palestina.

“Jadi isu-nya adalah isu kemanusiaan, tentu mereka tidak dalam konteks membela apapun tapi juga tidak mau membela Israel,”ujarnya.

Apa yang terjadi di Amerika Serikat, ketika para mahasiswa ini ditangkap oleh otoritas di sana, tuduhannya adalah mereka justru mengembangkan anti terhadap Israel, padahal mereka mengatakan tidak, kami ini ada di sini untuk kemanusiaan.

“Kemanusiaanlah yang harus mereka ambil dan ini yang hilang di para pejabat negara-negara besar karena kita tahu warga negara Amerika keturunan Yahudi sangat kuat pegang perekonomian di sana.

Menurut Hikmahanto, yang dibutuhkan oleh dunia untuk menghentikan Israel adalah kemanusiaan.

“Saya yakin kalau kita bicara kemanusiaan akan didukung oleh banyak pihak termasuk rakyatnya, buktinya Amerika Serikat para mahasiswanya, isu kemanusiaan yang diangkat membela Palestina, Hamas dan lain sebagainya bukan. Tetapi kemanusiaan mereka tidak bisa melihat orang dianggap sebagai binatang, sehingga, the humanis ini, koalisi kemanusiaan ini sangat penting dan ini sudah dimulai oleh Indonesia melalui pak Prabowo di KTT Yordania,” ungkap Hikmahanto.

Previous articlePemerintah, Komite II DPD Beri Catatan Terkait RUU KSDAHE
Next articleLagi, Jampidsus Limpahkan 10 Tersangka Korupsi Timah