Tersandung Korupsi Pasar Cigasong, Jaksa akan Panggil Arsan Latif

Gedung Kejaksaan Tinggi Jawa Barat //Foto: PONTAS.id

Bandung, PONTAS.ID – Pj. Bupati Bandung Barat, Arsan Latif telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi proyek Pasar Sindangkasih Cigasong Majalengka, oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, pada Senin (5/6/2024).

“Sementara ini tim penyidik baru menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jawa Barat, Nur Sricahyawijaya kepada PONTAS.id, Jumat (7/6/2024).

Selanjutnya penyidik kata Cahya akan memanggil Arsan Latif yang merupakan Inspektur Wilayah IV pada Inspektorat Kemendagri itu dalam sebagai tersangka dalam kasus yang tengah diusut Kejati Jabar.

“Yang bersangkutan akan dilakukan pemanggilan untuk pemeriksaan sebagai tersangka dengan waktu yang akan diinfokan selanjutnya,” kata dia.

Sebelumnya, Arsan Latif diduga telah aktif menginisiasi penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) Majalengka yang digunakan untuk pemilihan mitra pemanfaatan Pasar Cigasong.

Tapi, Arsan Latif diduga tak memasukkan ketentuan persyaratan sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 19 Tahun 2016 dan PP Nomor 27 Tahun 2014 yang berisikan tentang pengelolaan barang milik daerah.

“Dengan maksud untuk mengarahkan agar PT PGA memenuhi persyaratan dalam proses lelang, dan akhirnya PT PGA memenangkan lelang investasi Bangun Guna Serah Pasar Sindangkasih Cigasong Majalengka,” tutur Cahya kepada wartawan.

Sebelum penetapan tersangka baru ini, Kejati Jabar telah memeriksa lebih dulu Arsan Latif pada 23 April 2024. Kala itu, Arsan diperiksa bersama mantan Bupati Majalengka Karna Sobahi.

Atas perbuatannya, Arsan Latif dijerat Pasal 5, Pasal 12 huruf e, Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999, “Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” pungkasnya.

Arsan Latif ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat perintah penyidikan Kejati Jabar bernomor 1321/M.2/Fd.2/06/2024 tertanggal 5 Juni 2024. Kemudian dilanjutkan dengan surat penetapan tersangka (Pidsus-18) Kajati Jabar bernomor TAP- 58/M.2/Fd.2/06/2024 tertanggal 5 Juni 2024.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Fajar Virgyawan Cahya

Previous articleTingkatkan Layanan, Perum Tirta Kanjuruhan Luncurkan ‘MyTirta’
Next articleHumas DPD Raih Kategori Baik Nilai SKM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here