Masyarakat Antusias Menyambut Pemilu

Bogor, PONTAS.ID – Wakil Ketua MPR Syarief Hasan mengatakan ditengah kesibukan sebagai pimpinan MPR dan padatnya jadwal kampanye, Politisi Partai Demokrat (PD) itu tidak terganggu dengan rasa lelah dan capek. “Kuncinya harus ada keseimbangan”, ujarnya selepas memberi materi Sosialisasi Empat Pilar MPR di Kampung Kebun Karet, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis 25 Januari 2024.

Caleg DPR Periode 2024-2029 dari Dapil Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur itu mengatakan, meski sibuk dalam urusan kerja politik namun tetap menjaga kesehatan. “Dengan cara berolahraga”, ujarnya. Dengan badan yang bugar dan sehat ia berharap tetap bisa mengikuti proses kampanye dan pemilu tahun ini.

Anggota Komisi I DPR itu menyebut di dapilnya dalam sehari ia bisa melakukan kampanye dua sampai tiga titik di satu wilayah. “Bahkan pagi di Bogor, sorenya di Cianjur”, tuturnya. Kampanye yang dilakukan hingga Cianjur bagian Selatan yang memiliki rupa bumi pegunungan serta terbilang jauh.

Setelah melakukan kampanye sejak hari pertama hingga pada hari ini, Menteri Koperasi dan UMKM di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu merasa puas karena respon yang diberikan oleh masyarakat sangat tinggi. “Hasilnya positif”, tuturnya. “Masyarakat sangat senang mendengar komitmen dan program yang saya tawarkan”, tambahnya.

Sjarifuddin Hasan berharap sukses yang diraih tidak hanya pada dirinya namun juga pada partai yang menaunginya. “Saya optimis PD berjaya kembali pada tahun 2024.

Dinamika kampanye dan pemilu di tahun ini sangat tinggi sehingga Presiden Megawati, Presiden SBY, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pun turun gunung ikut berkampanye. Sjarifuddin Hasan mengatakan sudah lama Presiden SBY berkomitmen untuk turun gunung baik untuk  kampanye pemilu legislatif maupun presiden. “Beliau sudah turun gunung mulai dari Bogor, Cianjur, Bandung, Yogyakarta, dan selanjutnya di berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur”, ungkapnya.

Saat ditanya oleh wartawan terkait netralitas TNI-Polri, pria yang menjadi Guru Besar Universitas Negeri Makassar itu menyebut netralitas kedua institusi itu sejauh ini masih bagus. “Mudah-mudahan tetap terjaga”, tegasnya.

Penulis: Herdi

Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleKritisi Presiden Boleh Berkampanye dan Memihak, MPR Ingatkan soal Abuse of Power dan Etika Keteladanan Bernegara
Next articleFadel Muhammad Ajak Masyarakat Perkuat Toleransi dan Empati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here