Marakanya Pembakaran Kapal Nelayan, Legislator: Rakyat Jangan Main Hakim Sendiri!

Jakarta, PONTAS.ID – Beredar video dua buah kapal nelayan dibakar di Perairan Pulau Datu, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Dua kapal itu diketahui merupakan milik warga Pati dan Rembang, Jawa Tengah.

Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo mendengar hal itu menyayangkan aksi pembakaran kapal itu. Menurutnya baik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KemenKKP) dan Polri tidak bisa membiarkan hal itu berlarut-larut dan meminta agar penegak hukum dapat memberikan sanksi tegas.

“Saya meminta agar jajaran kementerian KKP harus segera menyiakapi dan mengambil tindakan tegas secara hukum kepada masaraka melakukannya dan mengakibatkan kerugian tidak sedikit,” kata Firman kepada wartawan, Jumat 30 Juni 2023.

Legislator dapil Jateng III meliputi Pati, Gerobogan dan Rembang ini berpandangan kalau memang ada nelayan melakukan kesalahan harusnya melalui proses hukum dan peradilan yang berlaku dan bukan main hakim sendiri layaknya seperti preman. Apalagi sambung Firman sudah ada diproses di hukum namun tetap saja masih ada masyarakat ikut-ikutan membakar.

“Negara ini bukan negara isinya preman lalu main hakim sendiri dan kalau seperti ini dimana peran pemerintah serta aparat penegak hukum kita?,” tanya Firman heran.

Lebih lanjut Firman menilai, ditengah situasi ekonomi sulit seperti ini hendaknya Pemerintah harus tetal waspada dan cepat tanggap terhadap hal-hal terjadi ditengah-tengah masyarakat. Terlebih, Mereka bekerja sebagai nelayan karena memang tidak mudah penuh spekulasi tinggi dengan beban biaya tidak kecil dan sebuah resiko besar.

Kalau peristiwa pembakaran ini dibiarkan tidak menutup kemungkinan akan bisa menjadi penyebab konflik horistal antar warga masyarakat.

Oleh karena itu Firman mendesak Pemda, Polda serta PSDKP Kalbar harus secara serius untuk menegakan aturan hukum bagi siapapuan melanggarnya termasuk main hakim sendiri dalam membakar kapal nelayan.

“Sebagai wakil rakyat saya tidak bisa membiarakan siapapun termasuk nelayan dari dapil saya selalu menjadi korban seperti ini dan peristiwa seperti ini bukan kali pertama tetapi sudah sering terjadi dimana mana. Sekali lagi saya minta ketegasan Polri dan KKP juga Pemda harus secara serius mencati solosi bersama agar sesama warga negara sedang mencari makan untuk hidup dapat mendapatan perlindungan hukum yg adil!,” tegas Ketua Umum IKAPI ini.

“Kalau ini dibiarkan tidak menutup kemingkinan nanti orang di luar Jawa mencari hidup di tanah Jawa diusir oleh orang aslinya?! Kalau sampai aparat lengah hukum membiarkannya bisa terjadi konflik sosial,” tandas anggota Baleg DPR ini.

Diketahui, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengecam pembakaran kapal nelayan asal Juwana di perairan Pulau Datu, Kalimantan Barat. Mereka meminta penegak hukum menindak tegas pelakunya.

“Memprihatinkan sekali adanya pembakaran dua kapal yang di Kalimantan Barat, yang terjadi kemarin supaya penegak hukum menyelesaikan secara tuntas sesuai jalur hukum,” kata Ketua DPC HNSI Kabupaten Pati, Rasmijan dalam keterangannya. []

 

Previous articleIdul Adha, Polres Sergai Sembelih 5 Sapi dan 13 Kambing
Next articleMPR Desak RI Tolak Swedia Membolehkan Pembakaran Kitab Suci AlQuran