Yogyakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Bambang Kristiono mengapresiasi pengelolaan satu data Pemprov DI Yogyakarta yang dinilai sangat baik dan dapat menjadi contoh bagi pemerintah kabupaten atau provinsi lain.
“Prosesnya juga melibatkan akademisi, universitas, untuk memelihara dan meningkatkan pengelolaan datanya,” ujarnya, di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (8/11/2022) siang.
Dalam agenda kunjungan kerja (kunker) ke Pemda DIY ini, Bambang menuturkan capaian ini harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dan kapasitas.
“Kemajuan lawan, yakni hacker sudah beberapa langkah di depan. Kalau tidak diimbangi dengan peningkatan pemahaman, maka akan ketinggalan,”
katanya yang didampingi Plh. Asekda Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum Beny Suharsono.
“Dari pertemuan ini kami juga mengetahui antisipasi dan bagaimana Pemda DIY mengatasi kerawanan yang timbul karena kebocoran data. Kami rasa ini penting dibawa ke Komisi 1 yang masuk dalam Panja Kebocoran Data,” tutupnya.
Dalam kesempatan itu, Beny Suharsono mengatakan, kebijakan pengelolaan dan penyusunan data di lingkup Pemda DIY melibatkan lintas sektor.
“Ada tim yang disusun dari TNI, Polri, BSSN, dan di dalamnya juga ada Kemendagri. kami juga sudah mengusung Satu Data di Jogja, namanya Dataku dan sudah menerapkan UU tahun 2022 tentang perlindungan data pribadi,” terangnya.
Menurutnya, UU tersebut perlu untuk terus dipahami lebih lanjut baik oleh produsen data maupun Pemda DIY sebagai pembina data.
Beny mengatakan pihaknya bersyukur ada pelatihan yang dilakukan BSSN dan Kominfo untuk melatih ASN tentang keamanan data. Ke depan, data pribadi akan sangat dilindungi sesuai dengan UU itu.
“Dari sisi perencanaan, juga mengarah ke sana, visi Gubernur DIY sudah mengarah tak hanya smart province namun juga cyber province, jadi pemanfaatan teknologi adalah sebuah keniscayaan,” tutupnya.
Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Fajar Virgyawan Cahya




























