Bersama TNI-Polri, Diskes Tanah Bumbu Terus Gencarkan Vaksinasi

Tanah Bumbu, PONTAS.ID – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu, Setia Budi mengatakan pihaknya bersama TNI/Polri terus gencar melaksanakan vaksinasi Covid-19 di Bumi Bersujud.

“Sejauh ini capaian vaksinasi dosis pertama sudah sebanyak 97,76 persen, dosis kedua sebanyak 76,55 dan booster sekitar 10,44 persen dengan jumlah sasaran 239.539,” ungkapnya saat dikonfirmasi PONTAS.id melalui WhatsApp, Rabu (30/3/2022).

Hasil capaian itu merupakan upaya dari sinergi yang masif dilaksanakan Pemkab bersama jajaran TNI dan juga Polri. Hal tersebut dibenarkan Kapolres Tanah Bumbu AKBP Tri Hambodo saat ditemui di Mapolres.

AKBP Tri Hambodo mengatakan saat ini pihaknya melaksanakan vaksinasi secara gencar dengan melaksanakan razia kartu vaksin dan langsung vaksinasi.

“Kita masif gelar di 18 gerai presisi yang kita buka dan ini akan terus kami jalankan agar semua masyarakat tervaksin,” kata dia.

Kapolres Tanah Bumbu berharap, dengan giat ini mampu menjaring masyarakat yang belum.divaksin agar bersedia divaksinasi di gerai-gerai presisi yang disiapkan Polres.

“Di gerai-gerai itu juga nantinya disiapkan vaksin booster bagi keperluan masyarakat yang ingin mudik,” pungkasnya.

Pantauan PONTAS.id, siang tadi terlihat pengendara yang melintas di Bhayangkara KM 2 arah Sungai Dua depan Mapolres Tanah Bumbu, banyak yang putar balik mengira adanya razia kendaraan.

Namun ternyata pemeriksaan kartu vaksin. Mereka yang melintas pun langsung diarahkan masuk ke halaman Mapolres untuk diperiksa.

Bukan surat menyurat yang diperiksa, tetapi kartu vaksin, agar masyarakat terpenuhi kekebalan tubuhnya. Hasil pemeriksaan petugas, sebagian besar pengendara dan pengemudi mobil sudah vaksin 1 dan 2.

Namun ada pula yang belum sama sekali atau hanya vaksin pertama. Sejumlah alasan pun mengemuka untuk menghindari vaksin. Dari ngotot sudah divaksin namun tidak bisa membuktikan kartu vaksinnya.

Ada yang mengaku baru selesai vaksin pertama sehingga masih menunggu beberapa bulan. Selain itu, ada pula yang mengaku tidak boleh divaksin karena baru selesai dirawat dari rumah sakit.

“Saya baru selesai dirawat, ada penyakit asma dan ada surat dokternya. Jadi belum bisa ikut vaksin,” kata Farida, pengendara yang berboncengan dengan putranya.

Ia juga mengaku anaknya diboncengan tidak bisa divaksin. Karena anaknya menderita jantung bocor.

“Kami berdua tidak bisa divaksin, karena ada riwat penyakit yang menyulitkan untuk divaksin. Sebenarnya mau saja tapi tidak boleh,” terangnya kepada petugas.

Pengendara lainnya, Arif yang mengaku sudah vaksin satu akhirnya diarahkan untuk vaksin kedua. Sebab sebelumnya tidak sempat vaksin kedua lantaran masih sibuk.

“Belum sempat saja. Karena sudah disini ya sekalian saja, langsung vaksin, ” katanya.

Sementara disaat bersamaan di Mapolres, Kapolres Tanah Bumbu bersama jajarannya mengikuti vidcom dengan Mabes Polriu untuk melaporkan jika capaian vaksinasi di Tanah Bumbu cukup tinggi.

Penulis: Zainal Hakim
Editor Ahmad Rahmansyah

Previous articlePerlu Transformasi Menyeluruh Wujudkan Bangga Buatan Indonesia
Next articleGelora Harapkan Jokowi Wariskan Pemimpin yang Handal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here