Ayo Buruan Vaksin! WHO Optimistis Pandemi Berakhir 2022

Jakarta, PONTAS.ID – Pandemi virus Covid-19 masih terus membayang-bayangi. Memasuki tahun 2022 ini, beragam varian baru virus ini terus menghantui. Yang terbaru adalah varian Omicron.

Namun, ada kabar baik dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO merasa optimis bahwa pandemi Covid-19 berakhir pada 2022 mendatang.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan 2021 telah menjadi tahun yang menyakitkan bagi banyak dari semua orang.

“Tahun 2022 harus menjadi akhir dari pandemi COVID-19. Tapi itu juga harus menjadi awal dari sesuatu yang lain – era baru solidaritas,” kata Tedros yang dikutip PONTAS.id, Selasa (3/1/2022).

Keyakinan itu diutarakan Tedros bukan tanpa dasar. Ia mendasari prediksi itu dari jumlah dosis vaksin yang terus meningkat didistribusikan ke seluruh dunia. Tedros juga menuturkan sejauh ini jumlah dosis vaksin yang telah didistribusikan ke seluruh dunia sudah cukup mencapai target vaksinasi 40 persen populasi di setiap negara.

“Mekanisme kerja sama pengadaan vaksin COVAX Facility juga telah mengirimkan 800 juta lebih vaksin ke negara-negara yang masih memiliki tingkat vaksinasi rendah,” kata dia.

Menurut proyeksi Tedros, pasokan dosis vaksin seharusnya cukup untuk memvaksinasi seluruh populasi orang dewasa di dunia dan memberikan booster vaksin kepada populasi berisiko tinggi pada kuartal pertama 2022.

“Jadi saya menyuarakan sekali lagi kepada negara dan produsen vaksin untuk memprioritaskan dosis vaksin untuk COVAX dan bekerja sama untuk membantu negara yang masih tertinggal dalam hal vaksinasi,” ucap Tedros.

Menurutnya, sekitar 20 persen dari seluruh dosis yang didistribusikan setiap hari saat ini justru diberikan untuk suntik booster atau dosis tambahan. Ia menganggap hal itu justru cenderung membuat pandemi semakin lama berakhir lantaran masih banyak negara yang belum bisa memberikan dua dosis pertama vaksin Covid-19 untuk warganya sesuai target WHO.

“Penting untuk diingat bahwa sebagian besar rawat inap dan kematian Covid-19 terjadi pada orang yang tidak divaksinasi, bukan orang yang tidak menerima booster vaskin,” ucap Tedros

Kata Tedros, sangat jelas bahwa vaksin yang dimiliki tetap efektif melawan varian Delta dan Omicron.

“Prioritas global harus mendukung semua negara untuk mencapai target vaksinasi 40 persen secepat mungkin, dan target 70 persen vaksinasi pada pertengahan tahun depan,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Rahmansyah
Editor: Rahmat Mauliady

Previous articleLomba Free Fly Burung Paruh Bengkok Piala Ketua MPR Digelar Maret 2022
Next articleTersandung Hak Cipta, Arman Chasan Gugat Nadiem dan Gojek 24,91 Triliun