Vaksinasi di Bali Diharapkan Percepat Pemulihan Sektor Parekraf

dok. Kemenparekraf

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Uno, berharap, program vaksinasi pertama yang dilakukan di Grab Vaccine Center, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), untuk pelaku parekraf dapat mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Vaksinasi ini dilakukan atas kerja sama Kemenparekraf dengan Kemenkes menggandeng Grab dan Good Doctor sebagai mitra sektor swasta pertama yang melaksanakan program vaksinasi dengan layanan drive thru dan walk in.

Pelaku parekraf di Bali menjadi prioritas penerima vaksin, karena Provinsi Bali merupakan salah satu tulang punggung pariwisata Indonesia yang merasakan dampak signifikan akibat pandemi. Di tahun 2020 kuartal ke IV, pertumbuhan ekonomi Bali mengalami kontraksi dengan minus 12 persen.

“Saya senang sekali, harapan yang sempat kami sampaikan sebelumnya sudah langsung bisa diwujudkan dan direalisasikan yakni untuk memprioritaskan vaksinasi bagi para pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Bali oleh Menteri Kesehatan. Dan ini awal dari upaya penyelesaian pandemi Covid-19. Untuk itu, kita harus optimistis karena kita sudah melihat titik terangnya,” ujar Sandiaga, dikutip dari keterangan resminya, Senin (1/3/2021).

“Kita ingin tiga ribu pelaku pekerja parekraf yang hadir untuk mendapat vaksin hari ini di Grab Vaccine Center, bisa memulai suatu langkah yang kolosal dalam pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dan ini juga merupakan aksi konkrit dalam menerapkan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi yang indah sekali. Dengan gerak cepat kita, gerak bersama kita, insyaAllah dapat menyukseskan vaksinasi ini,” tambahnya.

Menparekraf juga berpesan agar pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin, meskipun nantinya sudah divaksin. Selain itu, metode 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment juga harus dilakukan untuk menekan angka penularan Covid-19.

Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan, pada tahap kedua vaksinasi ini diperuntukkan bagi masyarakat yang memang pekerjaannya mengharuskan mereka bertemu banyak orang, termasuk pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Vaksinasi tahap kedua ini ditargetkan selesai pada Juni 2021.

“Saya berharap gerakan vaksinasi ini bisa terbangun dengan adanya kemitraan yang baik seperti yang kita lakukan saat ini. Makin banyak mitra yang berpartisipasi, makin banyak komponen bangsa yang terlibat, makin besar kemungkinannya kita bisa mencapai herd immunity untuk melindungi teman-teman kita di seluruh Indonesia,” kata Menkes.

Kemudian, Managing Director Good Doctor Technology Indonesia, Danu Wicaksana, menceritakan pada awal pandemi banyak sekali yang menanyakan tentang apa itu Covid-19, bagaimana supaya bisa menghindar, apa yang harus dilakukan, hingga bagaimana cara memakai masker yang benar. Namun, sekarang ini pertanyaannya telah berubah menjadi apakah aman untuk divaksinasi, kalau punya hipertensi bagaimana, kapan divaksinasi, dan lain sebagainya.

Hal ini menunjukkan bahwa animo masyarakat Indonesia dari seluruh provinsi itu sangat tinggi untuk menerima vaksinasi ini, termasuk di Bali.

“Kami berharap acara hari ini bisa menjadi katalis untuk percepatan dari pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali dan tentunya di seluruh Indonesia nanti,” tandasnya.

Penulis: Riana

Editor: Luki Herdian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here