Jakarta, PONTAS.ID- Praktisi jasa kontruksi Edison Sihite mengungkapkan dirinya sempat ditawari untuk membuat sumur resapan oleh main kontraktor dengan Rp 3 juta per titik sumur resapan pada tahun 2021 lalu.
“Saya sebagai sub kontraktor hanya akan dibayar 3 juta untuk satu titik sumur resapan. Namun penawaran itu saya tolak lantaran semua biaya perawatan jika ada kerusakan di kemudian hari menjadi tanggung jawab saya,” ujar Edison saat dihubungi PONTAS.id, Kamis (17/2/22).
Selain itu, Edison menjelaskan teknis pengerjaan, pihaknya juga harus menunggu tim dari Suku Dinas (Sudin) Sumber Saya Air (SDA) untuk menentukan titik lokasi sumur resapan yang ingin dikerjakan pada masing-masing wilayah Kota.
“Kami disuruh menunggu, dari pihak Sudin, mana saja titik lokasi sumur resapan yang akan dikerjakan. Tak hanya itu, hasil galian dari tanah itu tidak boleh dijual dan harus diberikan kembali kepada main kontraktornya. Kami dilarang menjual, jadi harus main kontraktor yang jual tanah bekas galian itu,” ungkapnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyebutkan harga membangun sumur resapan ini.
Ia menerangkan ada dua jenis drainase vertikal yang dibuat di ibu kota, yakni tipe Buis Beton dan Modular. Keduanya memiliki harga pembuatan yang berbeda, dengan besaran paling mahal hingga belasan juta rupiah.
“Untuk Buis Beton harga berkisar di 13,2 juta tipe buis beton berlubang heavy duty, ini harga termahal Adhi Mix. Sedangkan untuk tipe Modular harga berkisar di 7,3 juta per m3 (Meter kubik),” ujar Ariza beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Sumber Daya Air, Dudi Gardesi Asikin menyatakan bahwa kegiatan Drainase Vertikal/Sumur Resapan telah melalui pengadaan e-purchasing dengan Penyedia yang terdaftar di e catalog Sumur Resapan.
“Angaran yang digunakan bervariasi sesuai dengan kedalaman dan spesifikasi penyedia,” ujarnya
Ia menyebutkan kegiatan Drainase Vertikal/Sumur Resapan Tahun Anggaran 2021 didukung oleh konsultan pengawas PT. Fujitama Cipta Andalan, PT. Sewun Indo Konsultan dan PT. Daffa Cakra Mulia. Sementara konsultan perencananya PT. Jagad Alam Semesta, PT Balqis Mandiri Konsultan, PT.Bina Arinda Cipta, PT Purna Wahana Lestari Konsultan, PT. Ardia Mandiri, dan PT. Turba Kalimal Konsultan.
“Sumur Resapan bertujuan untuk Konservasi air tanah maupun mengurangi run off sehingga Penyedia melaksanakan pembangunan sesuai dengan perencanaan,” tutupnya
Penulis: Rahmat Mauliady
Editor: Yos Casa Nova F




























