Rifa Handayani Ungkap Skandal Ketum Parpol AH, Polisi Tunggu Bukti Baru

Gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri

Jakarta, PONTAS.ID – Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri saat ini masih menunggu bukti tambahan dari Rifa Handayani yang melaporkan Ketua Umum salah satu Partai Politik berinisial AH. Pasalnya, dugaan intimidasi yang dialami Rifa menggunakan ‘Aplikasi Path’ yang telah ditutup.

Path, yang mulai diluncurkan pada tahun 2010 oleh Dave Morin di San Francisco, California, AS itu akhirnya menutup aplikasi pada Oktober 2018 sehingga tidak bisa lagi diunduh di Google Play Store dan Apple Store sejak penutupan.

“Karena aplikasinya sudah ditutup sejak tahun 2018, penyidik kesulitan untuk mendapatkan informasi dalam pengembangan kasus yang dilaporkan Rifa Handayani,” kata sumber Bareskrim Polri yang meminta namanya tidak dicantumkan kepada PONTAS.id saat ditemui di Mabes Polri, Jumat (17/12/2021).

Pada saat laporan Rifa diterima, dan kemudian dilanjutkan konsultasi dengan petugas piket konsul di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim Polri, disimpulkan sementara penyidik kesulitan mendapatkan locus (tempat) dan tempus (waktu) peristiwa intimidasi yang dialami pelapor.

“Apabila ditemukan bukti baru terkait locus dan tempus, pelapor dapat melaporkan kembali,” pungkas sumber.

Kronologi Intimidasi
Sebelumnya, seorang wanita bernama Rifa Handayani mengaku telah mencoba melaporkan Ketua Umum Parpol berinisial AH ke Mabes Polri pada Selasa (14/12/2021) lalu.

Dari tayangan video yang juga beredar melalui grup WhatsApp itu, pihak yang dilaporkan berinisial AH dalah Ketua Umum parpol besar dan saat ini masuk dalam jajaran kabinet pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan KH Maruf Amin.

Selain, AH, istrinya berinisial YA juga dilaporkan ke Mabes Polri, dengan tuduhan ancaman dan intimidasi yang dilakukannya di media sosial dengan sangkaan UU ITE.

Setelah melaporkan AH dan YA, ke Mabes Polri, pelapor Rifa Handayani juga meminta perlindungan ke Komnas HAM lantaran merasa jiwanya terancam.

Rifa mengungkapkan kronologi awal hubungannya dengan AH yang juga menjabat sebagai menteri saat ini berkenalan pada akhir tahun 2012 lalu, di sebuah konser internasional di Ancol, Jakarta Utara.

Saat itu, AH meminta pin BlackBerry Messenger dan nomor handphone dirinya. Namun, Rifa Handayani mengakui saat itu tidak mengetahui sosok AH, yang masih menjadi kader sebuah partai dan belum menjadi menteri ini.

“Setelah perkenalan itu, kita akhirnya menjalin komunikasi dan berhubungan khusus hingga tahun 2013,” beber Rifa kepada wartawan, Rabu (15/12/2021).

Masalah-pun datang kepada Rifa pada bulan Juni tahun 2013 lantaran mendapat teror dan intimidasi dari AH, “Dan saya blok nomor AH,” kata Rifa.

Akan tetapi selang beberapa bulan kemudian, intimidasi kembali datang dari sang istri AH yakni YA. “YA juga meneror saya di media sosial melalui direct message,” ungkapnya.
Karena terus diteror, Rifa akhirnya menceritakan masalah tersebut ke sang suami, yang akhirnya melakukan konfirmasi ke AH.

“Saya sebenarnya takut menceritakan hal ini ke suami karena saya mau gak mau menceritakan tentang aib saya juga ke suami. Tapi karena saya tidak tahan diteror, saya harus menceritakan hal ini ke suami,” paparnya.

Akhirnya, lanjut Rifa, sang suami menelepon AH untuk melakukan pertemuan. “Suami saya melakukan pertemuan, mencoba mengkonfirmasi hubungan khusus antara saya dan AH yang berakhir teror kepada diri saya,” ujar Rifa.

“Dalam pertemuan tersebut, AH mengakui bahwa dirinya memiliki hubungan khusus dengan saya dan melakukan teror kepada saya karena emosi,” kata Rifa.

Guna memastikan keselamatan dirinya, sang suami pun minta surat pernyataan dari AH namun ditolaknya. Lantaran tidak menemui titik temu, permasalahan tersebut akhirnya menguap begitu saja.

Lanjut Rifa, masalah kembali terkuak di tahun 2016 hingga saat ini kata dia, istri dari AH yakni YA, kembali melakukan teror kepada dirinya di media sosial bahkan melayangan somasi dengan tuduhan, bahwa dirinya memeras AH.

“Nah, di situ emosi suami saya kembali naik. Lantaran mencemaskan keselamatan saya, suami meminta saya menyelesaikan masalah ini hingga tuntas,” terang Rifa.

“Berdasarkan hal itu, akhirnya saya memutuskan melaporkan hal ini ke Mabes Polri dan Komnas HAM untuk meminta perlindungan hukum, biar nanti publik yang menilai siapa yang salah siapa benar,” pungkasnya.

Penulis: Pahala Simanjuntak /Luki Herdian
Editor: Ahmad Rahmansyah

 

Previous articleTelusuri Sumber Penyebaran Varian Omicron untuk Evaluasi Sistem Pengendalian Covid-19
Next articleJemput Bola, Penyidik Periksa Komisaris PT SK Tanah Bumbu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here