MPR Minta Kementan Beri Pendampingan dan Pendanaan untuk Petani

Bambang Soesatyo Menghadiri Pane Raya Beras di Cianjur
Bambang Soesatyo Menghadiri Pane Raya Beras di Cianjur

Jakarta, PONTAS.ID – Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta Kementerian Pertanian (Kementan) memaksimalkan kolaborasi pihak swasta di sektor pertanian, sehingga rantai pasok pangan dapat lebih sederhana.

Hal ini disampaikan Bamsoet demi meningkatkan kesejahteraan petani di tengah pandemi covid-19.

“Meminta Kementan juga memberikan bantuan pendampingan dan pendanaan kepada para petani untuk meningkatkan produksi, sehingga para petani bisa meningkatkan hasil dan daya saing, di samping pemerintah melakukan perbaikan harga di tingkat produksi, dan memperluas jangkauan pasar,” katanya, Senin (2/8/2021).

Pria akrab disapa Bamsoet mengimbau Kementan mengembangkan dan memaksimalkan seluruh potensi petani dalam negeri dengan memberikan pelatihan dan penyuluhan pertanian, agar petani benar-benar dapat memaksimalkan hasil produksi, baik secara kuantitas maupun kualitas, serta agar petani juga dapat meningkatkan literasi digitalnya.

“Meminta Kementan berupaya meningkatkan besaran upah di sektor pertanian penggarap, sebab menurut data Badan Pusat Statistik/BPS per Februari 2021, rata-rata upah petani penggarap di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan hanya Rp1.93 juta, jauh lebih rendah dibandingkan upah buruh nasional sebesar Rp2.86 juta,” terangnya.

Disamping itu, lanjut Bamsoet mengatakan Kementan berupaya mendorong BULOG untuk memaksimalkan penyerapan hasil panen petani dalam negeri, sehingga tidak perlu banyak mengandalkan produk tani atau pangan impor.

“Meminta Kementan berkomitmen memberikan upah, serta bantuan sosial atau subsidi kepada petani penggarap tepat sasaran dan waktu, sebab kesejahteraan petani merupakan prioritas bersama,” tegasnya.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here