Setujui Ranperda LPJ ABPD 2020, Bupati Sergai Apresiasi DPRD

Sergai, PONTAS.ID – Bupati Serdang Bedagai (Sergai), Darma Wijaya menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Sergai. Rapat dengan agenda laporan hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar), Keputusan terhadap Ranperda Harga Eceran Tertinggi Gabah serta Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2020 ini dilaksanakan di Ruang Rapat DPRD Sergai, Sei Rampah, Selasa (22/6/2021).

Bupati menyampaikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 12/2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah bahwa Kepala Daerah Wajib menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD pada DPRD paling lambat enam bulan setelah tahun anggaran berakhir?

“Ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Sergai Tahun Anggaran 2020 merupakan kewajiban Kepala Daerah sebagaimana yang diamanatkan dalam UU Keuangan Negara. Dokumen tersebut merupakan salah satu wujud implementasi tata kelola pemerintahan yang baik di Kabupaten Sergai,” tutur Bupati.

Bupati melanjutkan, berdasarkan hasil diskusi dan pembahasan yang telah dilaksanakan bersama Banggar DPRD Kabupaten Sergai diperoleh beberapa informasi, catatan, kritik dan saran yang membangun serta rekomendasi yang perlu dan akan segera ditindaklanjuti.

“Kami mengucapkan terima kasih atas persetujuan yang telah diberikan terhadap Ranperda Kabupaten Sergai tentang Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 untuk segera dapat ditetapkan menjadi Peraturan Derah,” kata Bupati.

Tak lupa, Bupati juga mengucapkan apresiasi terhadap tim gabungan komisi DPRD Kabupaten Sergai yang telah menyeleggarakan pembahasan terhadap Ranperda inisiatif DPRD Kabupaten Sergai tentang Harga Tertinggi Eceran Gabah.

“Semoga Ranperda ini dapat memberikan hasil yang maksimal demi kebaikan bersama dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran petani di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat,” tuturnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Gabungan Komisi DPRD Sergai, Mangudut Hasugian, di kesempatan yang sama dalam laporannya menyebutkan sebagaimana data Dinas Pertanian Sergai, Kabupaten Sergai sebagai salah satu daerah penghasil beras di Sumut memiliki lahan sawah seluas 31.248 Ha, yang tersebar di 17 Kecamatan dengan produksi 93.000 ton/tahun.

“Sehingga untuk mewujudkan ketahanan pangan di wilayahnya, perlu ditetapkan kebijakan ketahanan pangan daerah dengan menyelaraskan dengan kebijakan ketahanan pangan nasional terutama harga dasar pangan yang adil bagi petani,” kata dia.

Ia merinci dalam Ranperda ini, harga eceran tertinggi gabah kering dengan kadar air paling tinggi 25% dan kadar hampa/kotoran paling tinggi 10% dihargai Rp 4.500/kg, sedangkan gabah kering giling dengan kadar air paling tinggi 14% dan kadar hampa/kotoran paling tinggi 3% ditetapkan harganya 6.500/kg.

Hasil Pembahasan Gabungan Komisi perihal Ranperda Harga Eceran Tertinggi Gabah ini kemudian disepakati oleh forum untuk dilanjutkan kembali.

Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Sergai, M. Riski Ramadhan Hasibuan, para Wakil Ketua DPRD Sergai, para Anggota DPRD Sergai, Asiten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Nina Deliana Hutabarat, Asisten Administrasi Umum Irwani Jamilah, para Kepala dan perwakilan OPD yang hadir secara langsung maupun virtual.

Penulis: Andy Ebiet
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleMenteri Sosial Pecat Pendamping PKH di Sergai, Hakim Perintahkan Mediasi
Next articleKomisi X Minta Tinjau Ulang PTM Terbatas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here