Sergai, PONTAS.ID – Bupati Sergai Darma Wijaya didampingi Ketua TP-PKK Ny. Rosmaida Saragih memantau pelaksanaan vaksin massal di Yayasan Pendidikan Fajar (Yaspenjar) Desa Dolok Manampang kecamatan Dolok Masihul, Sergai.
“Program vaksinasi kecamatan ini sebagai langkah percepatan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sekaligus mendukung program pemerintah yakni, menuntaskan target 181 juta penerima vaksin,” kata Bupati Sergai, Darma Wijaya saat memantau pelaksanaan vaksinasi, Minggu (13/6/2021).
Menurutnya, Desa Dolok Manampang ini merupakan perlintasan jalan provinsi, sehingga mobilitasnya sangat tinggi serta rentan akan tertular virus asal Wuhan yang sudah menyebar sejak akhir tahun 2019 ini. Kami ingin warga mendapatkan vaksin untuk menambah kekebalan tubuhnya .
Bupati mengupayakan hari ini harus tuntas 1000 orang dan masih ada waktu hingga sore. “Patut diapresiasi antusias warga yang berdatangan ke lokasi vaksinasi tentunya tetap dalam pengawasan protokol kesehatan. Hari ini kita batasi 1.000 orang. Selebihnya di kesempatan berikutnya. Target kita vaksinasi di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat ini tuntas dalam waktu 6 bulan,” ujarnya.
Bupati menegaskan, upaya menuntaskan target vaksinasi, dapat diikuti Kecamatan lain yang juga melakukan vaksinasi massal. Sasaran vaksinasi tenaga pendidik juga akan dilakukan pekan depan.
“Akhir bulan Mei lalu vaksinasi 6.000 lansia sudah tuntas, ini kita targetkan 25.000 orang tervaksin dalam pekan ini termasuk guru. Jadi tiap kecamatan diharapkan melakukan vaksinasi seperti ini sehingga target kabupaten tuntas,” tegasnya.
Sementara Kepala Puskesmas Dolok Masihul, Rina Manurung mengungkapkan, vaksinasi massal ini ditujukan untuk usia 18 tahun ke atas. Sebanyak 32 tenaga kesehatan diterjunkan untuk menyukseskan kegiatan ini.
“Untuk vaksinasi 1.000 warga Dolok Masihul ini kita siapkan empat tim, dimana tiap tim terdiri dar 8 orang nakes. Saat ini Kecamatan Dolok Masihul yang sudah tervaksinasi sebanyak hampir 2.000 orang. Jumlah ini belum termasuk pelaksanaan vaksinasi hari ini,” jelas Rina Manurung.
Penulis: Andy Ebiet
Editor: Ahmad Rahmansyah.




























