Harga Minyak Dunia Naik, Harga BBM Pertamina Perlu Disesuaikan

Jakarta, PONTAS.ID – Direktur Executive Energy Watch, Mamit Setiawan, mengatakan, seiring dengan kenaikan harga minyak dunia sepanjang 2021, PT Pertamina (Persero) sebaiknya melakukan penyesuaian terhadap harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Pertamina saya kira perlu menyesuaikan harga BBM nonsubsidi, ini sudah diatur dalam Kepmen ESDM Nomor 62 Tahun 2020 Tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar Yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Dan/Atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan,” kata Mamit, dikutip dari keterangan tertulisnya, Sabtu (22/5/2021).

Mamit bilang, berdasarkan Kepmen tersebut, dijelaskan bahwa perhitungan menggunakan rata-rata harga publikasi MOPS atau Argus, dengan satuan USD per barel periode tanggal 25 pada dua bulan sebelumnya, sampai dengan tanggal 24 satu bulan sebelumnya untuk penetapan bulan berjalan.

“Dengan demikian, saya kira di awal Juni 2021, Pertamina bisa menyesuaikan harga BBM non subsidi sesuai dengan nilai keekonomian,” katanya.

Selain itu, SPBU swasta sudah lebih dulu menaikkan harga BBM nonsubsidi beberapa kali sejak Maret 2021. Contohnya, Shell telah dua kali melakukan penyesuaian harga pada awal Maret dan April 2021 dimana saat ini harga BBM Shell jenis Reguler (RON 90) sebesar Rp10.520 per liter, Super (RON 92) Rp10.580 per liter, V-Power (RON 95) Rp11.050 per liter dan Diesel Rp10.590 per liter.

Harga tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga jual BBM Pertamina. Saat ini harga Pertalite (RON 90) sebesar Rp7.650 per liter, Pertamax (RON 92) sebesar Rp9.000 per liter dan Pertamax Turbo (RON 98) sebesar Rp9.850 per liter.

“Adalah hal yang wajar jika Pertamina menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mengingat saat ini harga minyak dunia sudah berada di level USD62 per barel baik untuk jenis minyak mentah Brent maupun jenis minyak mentah WTI,” tegasnya.

Meski begitu, Mamit meyakini jika Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM Non Subsidi Pertamina tetap berada di bawah harga BBM swasta lainnya, mengingat Pertamina sebagai BUMN akan mempertimbangan daya beli masyarakat.

“Harga BBM milik Pertamina masih paling kompetitif dibandingkan SPBU swasta lain, tapi dari sisi kualitas saya yakin tetap sama dan tidak ada pengurangan sama sekali,” bebernya.

Dikatakannya, jika Pertamina tidak melakukan penyesuaian harga justru berpotensi akan memberi dampak pada keuangan Pertamina ke depannya.

“Penyesuaian harga BBM saya kira harus dilakukan oleh Pertamina, mengingat dari sisi regulasi memungkinkan untuk dilakukan. Jika tidak dilakukan, saya khawatir akan membebani keuangan Pertamina, akhirnya bisa membebani keuangan negara mengingat saat ini Pertamina juga menerima penugasan dari Pemerintah, termasuk BBM 1 Harga untuk wilayah 3T,” pungkasnya.

Penulis: Riana

Editor: Luki Herdian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here