Antisipasi Arus Balik, Kemenhub Siagakan 11 Posko Antigen di Jabar

Polisi Wanita tampak mengatur lalu lintas di jalan yang sedang dikerjakan Kementerian PUPR, saat arus mudik dan arus balik Lebaran 2018

Jakarta, PONTAS.ID – Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menyiapkan 11 posko tes acak antigen bagi pengguna kendaraan, yang belum memiliki surat bebas Covid-19 di sejumlah wilayah Jawa Barat.

Kegiatan bersama Kementerian Kesehatan, TNI, Polri ini untuk mengantisipasi arus balik kendaraan menuju arah Jakarta pasca libur Idulfitri 1442 H yang diprediksi akan mulai mengalami peningkatan.

“Sesuai arahan Bapak Menteri Perhubungan hari ini kita akan memperketat pergerakan masyarakat yang akan kembali ke Jakarta,” kata Budi melalui keterangan resminya, Sabtu (15/5/2021).

Kemenhub kata Budi, pada prinsipnya ingin semua masyarakat yang akan ke Jakarta adalah masyarakat yang sehat, tidak terpapar Covid-19. Untuk itu, semua pintu masuk Jakarta akan dilakukan dengan rapid test antigen,” katanya.

Budi mengatakan bahwa hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memperketat pergerakan masyarakat yang akan melakukan perjalanan lintas wilayah.

Ia menyebut secara keseluruhan ada 11 titik di Jawa Barat yang didirikan posko pemeriksaan tes antigen yakni:

  1. Posko Nagreg di lingkar Nagreg barat
  2. Posko Cileunyi di exit Tol Cileunyi
  3. Posko Cikopo di Cikopo
  4. Posko Cirebon di exit Tol Ciperna
  5. Posko Karawang di Tanjung Pura
  6. Posko Banjar di Cijolang
  7. Posko Sukabumi di Cibolang
  8. Lohbener Indramayu
  9. UPPKB Balonggandu
  10. Puncak Pass Cianjur
  11. Posko Susukan Cirebon

Menurut Budi, posko tes acak ini merupakan hasil sinergi antar instansi seperti Kementerian Kesehatan, kepolisian, dan TNI.

Khusus untuk UPPKB Balonggandu, ditangani tim Ditjen Perhubungan Darat untuk melakukan pemeriksaan acak rapid test antigen kepada pengendara sepeda motor.

“Ini tes acak karena setelah diinventarisasi ketersediaan alat rapid test dari Satgas Covid-19 maupun Kementerian Kesehatan harus dibagi agar merata. Walaupun dilakukan random sampling, namun kita harapkan dilakukan pemeriksaan terhadap mayoritasnya,” tambahnya.

Menurut dia, upaya ini adalah untuk memastikan bahwa masyarakat yang akan kembali ke Jakarta adalah orang yang sehat dan dapat melengkapi syarat perjalanan ataupun telah melakukan tes di wilayah masing-masing.

“Kami memastikan 21 rest area dan juga gerbang tol utama dari Surabaya sampai Jakarta sudah kita dirikan pos seperti di Balonggandu. Dalam pos ini intinya pengujian terhadap masyarakat yang akan ke Jakarta. Kalau hasilnya positif nanti akan ada treatment khusus dan tindakan lanjutan dari Kementerian Kesehatan, tapi kalau negatif dapat melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

Melalui kesempatan yang sama, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IX Provinsi Jawa Barat  Denny Michels Adlan mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemantauan di lapangan terkait penyelenggaraan skrining Covid-19.

“Konsentrasi kita untuk arus balik itu di daerah perbatasan Jawa Tengah ke Jawa Barat. Kita juga ada titik di daerah Cijolang, Banjar, namun di sana hanya pemeriksaan surat-surat dan mungkin akan ada tes GeNose di sana. Nanti, kita lihat situasinya seperti apa kalau memang bisa ditambah jumlah tes antigennya nanti kita laksanakan juga,” katanya.

Penulis: Ahmad Rahmansyah
Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here