Bupati Jember Tekankan Warga Agar Tidak Mudik Hari Raya Idul Fitri

Bupati Jember, Hendy Siswanto.

Jember, PONTAS.Id – Pemerintah pusat sudah memberikan arahan yang jelas untuk tidak mudik pada Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19. Hal tersebut harus diikuti semuanya termasuk masyarakat Jember. Demikian disampaikan Bupati Jember Hendy Siswanto usai Di Jember.

Menurutnya maksud dan tujuan pemerintah melarang masyarakat mudik pada Hari Raya Idul fitri untuk mendukung kebijakan terkait pencegahan penyebaran virus Corona yang tidak kasat mata.

“Sudah ada arahan dari Kapolda Jatim meneruskan kebijakan pemerintah pusat bahwa tidak boleh mudik dan semuanya tentu harus mematuhi itu,” ujarnya.

Bersama tim, ditambahkannya larangan mudik ini bukan hanya seruan saja dan tetap galakkan protokol kesehatan (prokes) 5 M di masyarakat.

“Semua elemen Di Jember secara terus menerus menerapkan 5 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mencegah kerumunan serta membatasi mobilitas dan melakukan rasia masker di tempat umum,” pungkas pria yang juga ketua Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Jember ini.

Sekedar diketahui, sebanyak 66 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berasal dari Jember wajib jalani karantina. Setelah itu, mereka dikawal pulang ke kampung halamannya.

Informasi yang didapat pontas.id dilapangan, saat ini terdapat beberapa kecamatan yang tadinya masuk zona hijau berubah menjadi zona kuning dan baru-baru ini ada 17 kasus baru yang tersebar Di Jember.

Disisi lain, Polda Jatim telah melaksanakan beberapa kegiatan antara lain Operasi Keselamatan Semeru 2021 mulai tanggal 12-25 April 2021 dengan tujuan menyosialisasikan larangan mudik, selanjutnya kegiatan berlanjut tanggal 26 April hingga 5 Mei 2021 dilakukan penyekatan pada beberapa lokasi perbatasan baik di kabupaten/kota maupun provinsi.

 

Penulis : Ruksin/Gusti
Editor    : Fauzi/Agus DC.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here