
Jember, PONTAS.ID – Bantuan sosial (bansos) yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur, dalam rangka penanganan Covid-19 ternyata ricuh, pasalnya penyaluran bansos berupa paket sembako kepada keluarga penerima maafaat (KPM) diketemukan tidak sesuai anjuran pemerintah.
Sebelumnya, Pemkab Jember memberikan bantuan sosial kepada keluarga penerima manfaat (KPM) untuk mengurangi beban dalam memenuhi kebutuhan pangan melalui program Sembako yaitu Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) dengan mengakses komoditas bukan lagi pada beras dan telur melainkan sumber karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang dapat diambil di agen e-warong yang telah bekerja sama.
Dari pantauan pontas.id dilapangan, ternyata, banyak bantuan yang diterima KPM tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Salah satunya, TH warga dusun Banjar Rejo Tengah Desa Sumberbaru, Jember. Ia mengaku, saat mengambil paket dengan kartu BPNTnya, yang diterimanya berupa Beras 75 kg, telur 8 butir, 1 kaleng minyak goreng , 1 kg Gula pasir, 1 bungkus mie instan, dan 1 bungkus sabun cuci bubuk (diterjen).
Berbeda lagi dengan IS warga Dusun Tambak Rejo Desa Sumberagung kecamatan sumberbaru kabupaten Jember, ia hanya mendapatkan beras, beberapa gula pasir dan 1 kaleng minyak goreng dan mie instan.
“Saya kecewa dengan yang saya terima sekarang mas. Padahal yang seharusnya saya terima dari agen adalah karbohidrat berupa beras/bahan pangan lokal lain seperti jagung, sumber protein hewani berupa telur, ayam, ikan segar dan sumber protein nabati berupa kacang-kacangan, termasuk tempe/tahu serta sumber vitamin dan mineral berupa sayur-sayuran/buah-buahan,” ujarnya dengan kesal kepada pontas.id di Jember, Selasa (6/4/2021).
Sementara itu, Dwi Asto Adi salah satu agen penyalur sembako BPNT yang berada Di Dusun Banjarejo tengah, Desa Sumberagung Kecamatan Sumberbaru, Jember mengaku bahwa yang dia berikan kepada KPM sesuai dengan anjuran pemerintah.
“KPM yang mengambil ditempat saya mendapatkan beras 75 kg, 1,5 kg telur ayam dan kacang-kacangan dan ayam. Maaf mas, saya masih melayani KPM lainnya,” katanya kepada pontas.id via telpon seluler yang kemudian telponnya dimatikan.
Disisi lain, Pendamping BPNT Kecamatan Sumberbaru, Syaiful Rijal mengatakan bahwa sebelum disalurkan bantuan sembako kepada agen yang ditunjuk oleh bank penyalur telah diadakan rapat bersama Muspika di kecamatan Sumberbaru, Jember.
“Kami sudah adakan rapat sebelum penyaluran kepada KPM. Intinya, pada rapat tersebut diminta agar para agen menjalankan prosedur yang telah ditetapkan dan jangan sampai ada gejolak di lapangan,” ujarnya kepada pontas.id via telpon selulernya, Selasa (6/4/2021).
Ia menambahkan, jika memang ada agen nakal yang tidak sesuai dalam menyalurkan BPNT, maka pihaknya akan bersikap tegas.
“Saya belum sempat cek langsung ke lapangan mas, karena masih fokus ke proses penyaluran, insyaallah satu dua hari lagi saya bersama pak camat turun langsung dengan adanya informasi dari sampean mas. Saya akan memberikan teguran kepada agen penyalur BPNT, jika tidak sesuai dengan pendum, maka saya akan laporkan langsung ke Dinas Sosial dan bank penyalur agar mesin EDC nya di cabut,” pungkasnya.
Penulis : Gusti.
Editor  : Fauzi/Agus DC.

























