Carut Marut Penyaluran BLT-DD Desa Wonokarang, Kades Minta Kasi Kesra Serahkan Daftar Penerima

Kondisi rumah mbah Sudjiati, salah satu penerima BLT-DD Desa Wonokarang, Sidoarjo yang diduga dipotong senilai Rp 600 ribu.

Sidoarjo, PONTAS.ID – Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahun 2020 di Desa Wonokarang Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo Jawa Timur tiba-tiba menjadi pergunjingan warga setempat. Pasalnya sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang semestinya menerima Rp 3,6 juta dalam 9 bulan, ternyata bantuan yang diterima bervariasi, antara Rp 3 juta sampai dengan Rp 1,2 juta.

Dari penelusuran pontas.id dilapangan, ditemukan salah satu warga penerima bansos BLT-DD Desa Wonokarang bernama Suntono (70). Ia mengatakan, bahwa total dana BLT-DD yang diterima tahun 2020 sebesar Rp 3 juta. Dana bansos tersebut diambil di kantor desa setelah mendapat undangan dari Pemdes setempat.

“Rincianya pada gelombang pertama saya terima uang Rp 1,2 juta. Sedangkan untuk gelombang kedua dan ketiga, masing-masing Rp 900 ribu,” katanya kepada pontas.id saat ditemui di Kantor Desa Wonokarang, Rabu (21/4/2021)

Selain Suntono, ada juga salah satu warga setempat, yakni Juwadi yang nama istrinya Irawati masuk dalam daftar penerima bansos BLT-DD mengaku, bahwa istrinya yang hanya menerima uang bantuan BLT-DD sebesar Rp 1,2 juta. Uang bansos itu diambil pada saat penyaluran gelombang pertama. Sedangkan untuk gelombang kedua dan ketiga istrinya tidak lagi menerima, lantaran ada pemberitahuan dari Pemdes setempat jika nama istrinya dialihkan ke orang lain.

“Katanya kami (keluarga Juwadi, red) sudah terdaftar di bansos lain. Tapi sampai saat ini bantuan pemerintah yang kami terima hanya BLT-DD saja, yang lain tidak ada,” katanya kepada pontas.id, sembari menyampaikan jika ia pernah menanyakan daftar penerima BLT-DD ke Pemdes namun tidak pernah dikasih tahu sampai sekarang.

Sementara itu, Muhamad Alim, Kepala Seksi Kesejahteraan, Desa Wonokarang mengatakan, jika dana BLT-DD yang tidak diterima oleh sejumlah KPM tersebut dipindahkan ke sejumlah nama orang lain. Namun, ironisnya saat ditanya oleh Deby Setyo Wandono, Kepala Desa Wonokarang, ia menyampaikan bahwa siapa nama-nama penerima dari pemindahan sejumlah KPM tersebut, ia mengaku lupa dan berkilah jika semua telah tercatat dalam pembukuan desa.

“Pokoknya ada yang menerima pak, nama-namanya saya lupa,” ujar Muhamad Alim, saat diruang Kepala Desa.

Terpisah, Kepala Desa Wonokarang, Deby Setyo Wandono, mengatakan akan meluruskan permasalahan tersebut, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan fitnah terhadap pihak Pemdes.

“Saya masih baru jabat Kades, jadi tidak tau permasalahan ini. Dan saya sudah minta pak Kasi Kesra untuk segera menyerahkan daftar nama-nama penerima, kalau bisa besok sudah disiapkan,” katanya kepada pontas.id dikantornya, Rabu (21/4/2021).

 

Penulis : Jumain Agus, S
Editor   : Fauzi/Agus DC.

Previous articleGeram Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Talang Tanam Pohon Pisang di Jalan Berlubang
Next articlePandemi Covid-19 Masih Mengancam, Syarief Hasan: Tetap Patuhi Prokes