Dhany Pantau KBM Tatap Muka di SMKN 2 Gambir

Jakarta, PONTAS.ID – Sudah lebih dari satu tahun kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan secara virtual akibat Covid-19. Guru dan peserta didik mengikuti dari rumah masing-masing. Saat ini, proses pembukaan sekolah secara terbatas dengan sistem belajar campuran (blended learning) mulai diuji coba. Salah satunya di SMKN 2, Kecamatan Gambir yang dipantau langsung oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Dhany Sukma, Rabu (7/4/2021).

Uji coba penerapan sistem ini tidak dilakukan di semua sekolah melainkan yang sudah melalui tahap asesmen satuan pendidikan. Setiap satuan pendidikan pengelolaan apakah sudah memenuhi prasarana dan sarana penerapan protokol kesehatan serta infrastruktur pendukung metode pembelajaran campuran.

Di SMKN 2, setiap kelas hanya diisi sembilan siswa yang hadir langsung sedangkan sisanya mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dari rumah secara berani. Protokol kesehatan dilakukan secara ketat bagi siswa yang hadir ke sekolah, di antaranya melalui pengecekan suhu tubuh dan ruang kelas. Selain itu, siswa juga diimbau untuk membawa bekal dari rumah masing-masing.

“Alhamdulilah ini merupakan kegiatan uji coba (piloting) yang berkaitan dengan rencana sekolah tatap muka langsung di Jakarta Pusat,” kata Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Dhany Sukma di lokasi, Rabu (7/4/2021).

Juga melihat pelaksanaan pembelajaran di muka tersebut sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan sebelumnya. “Dengan membawa perbekalan, kelengkapan masker dan sanitizer bahkan sebelum masuk juga dicek suhu tubuhnya. Di dalam kelas jaraknya juga sudah diatur masing-masing satu setengah meter dan siswa yang memasuki ruangan tidak terlalu banyak hanya 9 orang dari 15 siswa, yang dilakukan melalui berani atau melalui zoom,” terangnya.

Ia berharap protokol kesehatan ini agar terus dijalani, karena pembelajaran tanpa protokol kesehatan justru akan menimbulkan dampak pandemi Covid-19 yang akan terus berkembang. “Bagi orang tua tetap perhatikan kesehatan putra-putrinya di sekolah, jangan sampai lepas di rumah atau di lingkungan sekitar rumah,” tutup Dhany.

Penulis: Zulfatun /Tajuli
Editor: Ahmad Rahmansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here