Pemerintah Harus Libatkan Gen Z Kampanye Vaksinasi Corona

Melki Laka Lena
Melki Laka Lena

Jakarta, PONTAS.ID – Komisi IX DPR mendorong pemerintah memperkuat edukasi dan komunikasi vaksinasi Corona ke anak muda.

Hal ini disampaikan terkait hasil Lembaga survei Indikator Politik merilis hasil kajian kalau generasi Z (gen Z) atau anak-anak muda kelahiran 1996-2015 banyak yang tak bersedia divaksinasi Covid-19.

“Butuh edukasi dan komunikasi lebih kuat lagi oleh Kemenkes dan Satgas Penanganan COVID di pusat dan daerah bekerja sama dengan penggerak anak-anak muda generasi Z di pusat dan daerah,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena kepada wartawan, Senin (22/2/2021).

Melki, sapaan akrab Melkiades, berharap kerja sama antara pemerintah dan penggerak anak muda di daerah maupun pusat dapat meningkatkan pemahaman vaksinasi di kalangan gen Z.

“Untuk membuat masyarakat khususnya kalangan generasi Z lebih paham pentingnya vaksin dan vaksinasi dalam pencegahan dan penanganan COVID di Tanah Air,” ujarnya.

Lebih lanjut, Melki mencontohkan Presiden Jokowi yang melibatkan artis Raffi Ahmad saat disuntik vaksin Corona. Politikus Golkar itu berharap ada perwakilan gen Z yang juga diikutsertakan terkait kampanye vaksinasi Corona.

Diketahui, lewat survei Indikator Politik, gen Z yang ‘dibesarkan langsung’ oleh teknologi ini ternyata cenderung banyak yang tidak bersedia divaksinasi. Bahkan, angka gen Z yang tidak mau divaksinasi cenderung lebih besar ketimbang generasi di atasnya, termasuk generasi milenial yang menjadi kakaknya.

Berikut ini hasil survei yang memuat data soal generasi Z, yakni generasi berumur kurang dari 21 tahun dan berumur 22-25 tahun:

1. Kesediaan divaksin
< 21 tahun
Bersedia: 54,5%
Tidak bersedia: 45,5%
Tidak tahu/tidak menjawab: 0%

22-25 tahun
Bersedia: 45,1%
Tidak bersedia: 43,9%
Tidak tahu/tidak menjawab: 10,9

26-40 tahun
Bersedia: 55,9%
Tidak bersedia: 40,4%
Tidak tahu/tidak menjawab: 3,8%

41-55 tahun
Bersedia: 53,6%
Tidak bersedia: 42,6%
Tidak tahu/tidak menjawab: 3,7%

> 55 tahun
Bersedia: 61,0%
Tidak bersedia: 34,1%
Tidak tahu/tidak menjawab: 4,9%

2. Bersedia membayar vaksin? (Pertanyaan khusus untuk yang bersedia divaksin)

< 21 tahun
Bersedia: 23,7%
Tidak bersedia: 63,4%
Tidak tahu/tidak menjawab: 12,9%

22-25 tahun
Bersedia: 25,1%
Tidak bersedia: 74,9%
Tidak tahu/tidak menjawab: 0%

26-40 tahun
Bersedia: 23,7%
Tidak bersedia: 68,7%
Tidak tahu/tidak menjawab: 7,6%

41-55 tahun
Bersedia: 21%
Tidak bersedia: 75,2%
Tidak tahu/tidak menjawab: 3,8%

> 55 tahun
Bersedia: 26,6%
Tidak bersedia: 67,9%
Tidak tahu/tidak menjawab: 5,4%

Penulis: Luki Herdian

Editor: Hendrik JS

Previous articleBPJS Ketenagakerjaan Harus Perhatikan Penepatan Investasi Dana Pekerja
Next articleAparat Tutup Mata, Tank Kerang Thailand Ancam Mata Pencaharian Nelayan Tradisional

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here