DPR Sarankan BI Punya Penilaian Kredibilitas

Anis Byarwati
Anis Byarwati

Jakarta, PONTAS.ID – Anggota Komisi XI DPR, Anis Byarwati mengapresiasi dan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan BI kepada UMKM melalui program Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).

Anis mengatakan, data dari Kementerian Koperasi yang menyebutkan bahwa rata-rata UMKM di Indonesia yang jumlahnya 64 juta unit UMKM, memiliki masalah dengan kapasitas SDM nya.

“Sebenarnya, banyak sekali program-program yang bisa diakses oleh UMKM. Tetapi karena keterbatasan kapasitas SDM mayoritas pelaku UMKM terutama yang ultra mikro, maka program-program tersebut sulit diakses oleh mereka,” kata Anis di Jakarta, Selasa (26/1/2021).

Kemudian data juga menunjukkan bahwa ketika diproses secara digital, UMKM yang masuk proses digital hingga Juni 2020 tercatat hanya 9,6 juta unit.

Menurut data yang dipaparkan Anis, masalah lain yang dihadapi UMKM terkait dengan kesulitan akses bantuan restrukturisasi kredit. “Banyak sekali UMKM yang unbankable. Mereka tidak bisa mengakses perbankan,” ujarnya.

Karenanya, Anis menyarankan agar program-program bantuan restrukturisasi, juga dikucurkan melalui BPR, BPRS, BMT atau Koperasi, sehingga pengusaha ultra mikro, terutama ibu-ibu rumah tangga bisa mengakses dengan lebih mudah. “Karena banyak sekali yang membutuhkan permodalan untuk UMKM ini,” terang politikus PKS ini.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Baleg DPR ini mengungkapkan, banyak literatur yang menunjukkan bahwa kunci sukses implementasi kebijakan moneter yang efektif, sangat tergantung dari expektasi pelaku ekonomi. Tentang apa yang pelaku ekonomi percayai akan terjadi di masa mendatang dan kepercayaan pelaku ekonomi terhadap Bank Sentral.

Dengan kata lain, kredibitas Bank Sentral menjadi sangat penting dalam menentukan apakah Bank Sentral dapat menerapkan satu kebijakan moneter secara efektif.

“Apalagi disaat kondisi ekonomi tidak pasti seperti sekarang ini. Kredibilitas menjadi semakin penting, karena berkaitan dengan kepercayaan pelaku pasar terhadap kemampuan Bank Sentral dalam mengendalikan kebijakan moneter,” ungkapnya.

Oleh karena itu Anis menyarankan agar Bank Indonesia memiliki parameter untuk menilai persoalan kredibilitas ini, sehingga kebijakan moneter yang dilakukan betul-betul bisa meyakinkan masyarakat bahwa kondisi saat ini bisa diatasi.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here