Pangkalan Bun, PONTAS.ID – Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah memutuskan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 1 Febuari 2021. Langkah ini dilakukan lantaran masih tingginya angka Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Pernyataan itu disampaikannya saat menggelar rapat evaluasi di Aula Kantor Bupati Kotawaringin Barat pada Selasa, (26/01/2021).
“Karena kondisi Kotawaringin Barat kasus covid-19 masih cukup tinggi, maka kami sepakatkan dalam hasil rapat evaluasi untuk memperpanjang pemberlakuan pembatasan kepada masyarakat sejak tanggal 26 Januari sampai dengan 1 Februari,” ungkap Nurhidayah
Menurutnya, pemberlakuan ini ditujukan semata-mata untuk melindungi warganya dari ancaman virus Corona.
“Jadi ini memang berat menyampaikannya kepada masyarakat khususnya yang bergerak di sektor pendidikan dan pariwisata. Namun ini demi menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat agar dapat terhindar dari Covid-19,” ujarnya
Selain mengambil keputusan untuk memperpanjang PPKM demi memutus mata rantai virus Corona. Pihaknya juga melaksanakan vaksinisasi di Kabupaten Kotawaringin Barat.
“Vaksin saat ini sudah tersedia untuk kabupaten Kotawaringin Barat, cuma saat ini pemberian vaksin terlebih dahulu diutamakan untuk para tenaga medis. Mudah-mudahan di dalam waktu dekat untuk distribusi vaksin segera datang agar bisa langsung dialokasikan kepada semua Puskesmas yang ada di kecamatan sehingga pemberian vaksin bisa dilakukan untuk masyarakat setempat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nurhidayah juga menunda kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah. Karena menurutnya, untuk menerapkan kegiatan pembelajaran tatap muka diperlukan pertimbangan dan pengkajian yang lebih matang.
“Berkaitan dengan masalah pendidikan saat ini, sedang menunggu kajian secara teknis karena merujuk hasil rapat evaluasi akan dipetakan zona-zona aman terlebih dahulu, agar proses belajar mengajar ini bisa dilakukan melalui tatap muka,” imbuhnya
Sebab itu, pihaknya akan segera melakukan kajian teknis agar pembelajaran secara tatap muka dapat berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.
“Belajar tatap muka ini akan kita lakukan, tapi ini masih menunggu kajian secara teknis. Kita juga akan membatasi jam operasional tiap-tiap sekolah, jadi jam operasionalnya tidak seperti waktu sekolah di masa normal. Apalagi tidak semua wilayah di Kobar ini aman. Sebab itu ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan ulang sebelum memberlakukan pembelajaran tatap muka ini” tandasnya
Penulis: Riduan HD
Editor: Rahmat Mauliady




























