‘Startup’ Dapat Menjadi Katalis Majunya UMKM

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengatakan, keberadaan startup dapat menjadi katalis dan akselerator majunya UMKM Indonesia.

Selain itu, kata Teten, startup juga dapat menjadi enabler dan agregator bagi pelaku UMKM, sehingga menjadi jembatan bagi UMKM untuk naik kelas.

Teten juga menambahkan, sesuai dengan RPJMN 2020-2024 dan Rencana Strategis Kementerian Koperasi dan UKM, pihaknya akan terus berkomitmen untuk melahirkan wirausaha baru.

“Termasuk melahirkan startup-startup baru, yang unggul, inovatif, dan berdaya saing,” tandas Teten, dikutip dari siaran persnya, Kamis (24/12/20200.

Komitmen tersebut akan dilakukan melalui peningkatan iklim kewirausahaan, pengembangan inkubator wirausaha, dan peningkatan akses pembiayaan bagi wirausaha.

Dari segi reformasi aturan dan regulasi, lanjut Teten, penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang KUMKM juga akan memfasilitasi berbagai kemudahan.

“Salah satu kemudahan yang diberikan untuk UMKM maupun startup adalah dalam hal mendapatkan inkubasi dari lembaga inkubator, baik inkubator pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, maupun dunia usaha,” jelas Teten.

Menurut Teten, lembaga inkubasi memiliki peran strategis dalam penciptaan dan pengembangan usaha. Khususnya, bagi usaha-usaha yang berbasis teknologi, berwawasan lingkungan, berorientasi ekspor, maupun berbasis industri kreatif.

“Upaya tersebut akan dilakukan pemerintah dalam rangka memanfaatkan momentum yang tepat, di tengah gaung Revolusi Industri 4.0 yang menjadikan digitalisasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan,” ucap Teten.

Lebih lanjut, Teten juga menegashkan bahwa pihaknya membuka pintu seluas-luasnya untuk menerima masukan maupun sumbangsih ide dan inisiatif kerja sama lainnya, untuk memperkokoh sinergi antara pemerintah dan pelaku startup. 

Penulis: Stevanny

Editor: Riana

Previous articleTerjunkan 250 personel, Kapolres Sergai Pimpin Operasi Lilin Toba
Next articleMasuk Trenggalek ‘Reaktif’ Covid-19? Siap-siap Karantina di Tempat