Selama New Normal, Menkop Dorong UKM Kuliner Menyesuaikan Diri

Ilustrasi UMKM Makanan dan Minuman
Ilustrasi UMKM Makanan dan Minuman

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengimbau agar para pelaku usaha makanan bisa menyesuaikan diri dengan era kebiasaan baru atau new normal.

Teten menyebut, walaupun UMK banyak yang terdampak oleh pandemi Covid-19, namun ada juga UKM yang memanfaatkan peluang ini untuk bisa bertahan dan tumbuh.

Salah sah satu caranya adalah dengan menyesuaikan diri dengan permintaan dan kondisi pasar di era new normal ini.

“Ada beberapa UKM yang bisa memanfaatkan peluang ini, bisa bertahan dan tumbuh, misalkan UKM yang sudah masuk ke marketplace. UKM yang bisa bertahan adalah yang bisa beradaptasi dan berinovai pada produk dan menyesuaikan permintaan pasar,” kata Teten.

Teten menyebut, kondisi dampak Covid-19 ini bisa dipahami karena pemberlakuan sosial distancing dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang membuat banyak orang melakukan WFH (Kerja dari Rumah). Sehingga banyak kebutuhan belanja yang diperoleh secara online.

Namun demikian, di masa new normal perubahan perilaku juga menjadi hal yang cukup penting untuk menjadi perhatian UKM. Menurut Teten, masalah higienitas menjadi isu penting karena masyarakat cenderung memilih makanan yang bersih dan pengolahannya terbebas dari Covid-19.

“Ke depan kita akan berhadapan dengan habit baru yang lebih mementingkan barang konsumsi yang bersih dan bebas Covid-19. Maka itu packaging menjadi sangat penting, pengolahan terjamin dan higenis. Jadi bukan saja fokus peningkatan market online, tapi juga standar produk meningkat,” jelas dia.

Sementara itu, Chief Food Officer Gojek Catherine Hindra Sutjahyo menyikapi era new normal ini dengan mendirikan fasilitas dapur bersama yang mempermudah 500.000 UKM yang bermitra dengan GoFood.

“Banyak sekali inisiatif yang kita kerjakan untuk UMKM, misalkan dapur bersama di mana kita mengundang mereka untuk join. Kita sediakan fasilitas ini, tinggal masak di sana,” kata Catherine.

Adapun tujuan dari dapur bersama ini adalah untuk memudahkan customer menemukan produk makanan yang dicari.

Selain itu, GoFood juga mulai menggalakkan beberapa hal baru dari mulai biaya sewa yang murah, opsi pembayaran sampai dengan kebutuhan logistik mitra Gofood UKM yan terpenuhi.

“Kami memfasilitasi UKM menjajakan jualan mereka, mulai dari opsi payment karena saat ini orang takut tukaran duit karena merupakan tempat bertukarnya kuman, selain itu juga contactless delivery dan juga memasok kebutuhan logistik,” jelas dia.

Teten berharap di masa new normal ini para pelaku UKM bisa terus berkembang dan maju. Saat ini pemerintah berupaya memberikan pendanaan untuk menopang berjalannya kegiatan ekonomi UKM dimasa pendemi Covid-19 ini.

Teten mengatakan, pelaku UKM bisa memperoleh pendanaan dalam jumlah besar jika memiliki bisnis yang sehat. Sebab, ke depannya bank akan lebih menomorsatukan pertimbangan kesehatan usaha, daripada asset.

“Karena ke depan digital record kesehatan usaha akan lebih dipertimbangkan untuk pembiayaan, ketimbang aset. Apalagi UKM-kan tidak pnya asset, dan kalau masih model lama itu akan sedikit sulit,” jelasnya.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here