Juliari Resmi Ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur

Juliari Batubara resmi ditahan KPK. (Foto: Agung Pambudhy - detikNews)

Jakarta, PONTAS.ID – Lembaga Antirasuah, KPK, resmi menahan Mensos RI, Juliari Batubara, terkait kasus dugaan suap bantuan Corona.

Juliari ditahan terhitung mulai hari ini hingga Jumat (25/12/2020) mendatang. Dia bakal mendekam di rutan negara KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur, Jakarta Selatan.

Ketua KPK, Firli Bahuri, mengatakan, sebelum dijebloskan ke sel, kader PDIP itu akan dicek kesehatannya terlebih dahulu.

“Sebagaimana kita ketahui saat ini masih pandemi Covid-19 maka terhadap dua tersangka dalam upaya pencegahan sebelum ditahan akan cek kesehatan untuk memastikan kedua orang bebas Covid-19,” kata Firli, saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (6/12/2020).

Tak hanya Juliari, KPK juga menahan seorang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos, yakni Adi Wahyono.

Firli bilang, keduanya juga akan diisolasi selama 14 hari di gedung ACLC, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

“Keduanya akan menjalani isolasi 14 hari di gedung ACLC kavling C1,” sebutnya.

Diwartakan sebelumnya, Juliari dijerat KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap bantuan sosial corona Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020. Juliari diduga menerima fee sebesar Rp 10 ribu perpaket sembako dari nilai Rp 300 ribu

Selain Juliari, KPK juga menjerat Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) sebagai pejabat pembuat komitmen di Kemensos. Dua orang lainnya sebagai pemberi, yakni Ardian IM (AIM) dan Harry Sidabuke (HS). Keduanya dari pihak swasta.

Kongkalikong mereka diduga membuat Juliari menerima Rp 17 miliar dari dua periode pengadaan bansos sembako. Kasus ini terungkap bermula dari penangkapan Matheus. KPK mengendus adanya pemberian uang dari para tersangka dan sejumlah pihak, salah satunya kepada Juliari.

Penulis: Riana

Editor: Stevanny

Previous articleSosialisasi Empat Pilar, MPR Gelar Pagelaran Seni Budaya di Bone
Next articleBamsoet Undi Give Away Putaran Kedelapan Bersama Fatur Java Jive

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here