Jakarta, PONTAS.ID – Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman Hutajulu, mengungkapkan, sampai dengan September 2020, Rasio Elektrifikasi Nasional sudah mencapai 99,15% dan Rasio Desa Berlistrik Nasional sudah mencapai 99,52%.
Kata dia, pemerintah terus berupaya untuk mencapai target 100% untuk Rasio Elektrifikasi. Ini artinya, setiap rumah tangga di Indonesia dapat dipastikan memiliki akses terhadap energi listrik.
“Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencapai Rasio Elektrifikasi dan Rasio Desa Berlistrik sebesar 100% secara nasional, yaitu melalui program melistriki 433 desa belum berlistrik,” ujar Jisman, saat acara peluncuran Indonesia Electricity and Energy Institute (IEEI) secara virtual, Jumat (13/11/2020).
Jisman menyebut, 52 desa akan dilistriki melalui perluasan jaringan. Dari jumlah tersebut, 24 desa telah menyala, 24 desa dalam tahap konstruksi, dan 4 desa dalam tahap pengadaan.
Sebanyak 24 desa yang telah menyala tersebut ada di Papua Barat (20 desa), di Nusa Tenggara Timur (3 desa), dan di Papua (1 desa). Semua desa yang akan dilistriki melalui perluasan jaringan tersebut ditargetkan menyala akhir tahun 2020.
“Sebanyak 75 desa akan dilistriki dengan pembangunan minigrid, berupa PLTS komunal atau PLTD Hybrid, saat ini dalam proses pengadaan dan ditargetkan menyala akhir tahun 2020,” jelasnya.
Sementara, 306 desa akan dilistriki dengan APDAL menggunakan sumber pembangkit PV+SPEL, yang saat ini dalam proses pengadaan.
Jisman menyampaikan, dibutuhkan sekitar 56 ribu unit APDAL, 25 ribu unit direncanakan melalui anggaran Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) tahun 2021.
Penulis: Riana
Editor: Stevanny




























