Jakarta, PONTAS.ID – PT. Perkebunan Nasional (PTPN) VII melakukan kerjasama dengan Komando daerah Militer (Kodam) II Sriwijaya dalam bidang pengamanan aset objek vital negara. kerjasama yang sudah berlangsung selama tiga tahun itu berjalan sangat produktif.
“Bagi PTPN VII, ini adalah kali keempat kami menanda tangani MoU tentang pengamanan aset negara ini. Yang kita tanda tangani saat ini adalah untuk periode kerjasama 2020-2021,” ujar Direktur Utama PTPN VII, Doni P. Gandamihardja yang dikutip oleh PONTAS.id dalam keterangan resminya Selasa ( 11/10/2020 ).
Menurut Doni, evaluasi atas kerja sama yang sudah tiga periode sebelumnya dinilai berhasil Dalam kalkulasi secara matematis, tingkat kehilangan produksi, terutama kelapa sawit dan karet.
“Alhamdulillah evaluasi kami, setelah kerja sama dengan TNI, dalam hal ini Kodam II Sriwijaya, tingkat losess (kehilangan produksi sudah rendah). Kami yakin, ini bukan hanya karena tenaga pengamanan kami dibantu TNI berhasil menghalau pencuri, tetapi juga karena kinerja karyawan ikut membaik. Dan, salah satu faktor kinerjanya membaik adalah karena rasa aman sehingga bekerja juga dengan nyaman,” tuturnya
Doni juga menyampaikan terima kasih kepada para prajurit TNI yang ditugaskan ke unit-unit kerja PTPN VII yang tersebar di Sumsel, Lampung, dan Bengkulu.
“Kami sangat berterima kasih kepada para prajurit TNI yang ditugaskan di kebun-kebun kami. Mereka sangat loyal terhadap tugas dan humanis dalam menjalankan tugasnya. Kami yakin, pembinaan teritorial yang dilakukan TNI kepada masyarakat sekitar kebun akan menjadi keamanan yang sistematis,” tutupnya
sementara itu, hal yang sama juga sampaikan Pangdam II/SWJ Mayjen Agus Suhardi dalam mengapresiasi prakarsa PTPN VII yang telah menggandeng TNI sebagai mitra menjaga aset negara.
“Tugas TNI sebagai alat negara untuk melindungi segenap aset negara. Lebih dari itu, Fungsi pembinaan teritorial melekat pada tubuh setiap anggota TNI. Kami adalah alat negara yang harus menjaga aset dan kewibawaan negara. Bahkan, TNI juga ikut andil pada setiap sendi kehidupan rakyat,” kata Agus yang juga lulusan Akabri 1988 itu.
lebih lanjut, Agus Suhardi mengatakan, pihaknya sedang menggarap lahan gambut bekas kebakaran hutan di perbatasan Sumsel—Jambi seluas delapan ribu hektare untuk tanaman pangan.
“Kami mengajak PTPN VII yang memiliki lahan kurang produktif atau belum tergarap untuk bisa kita garap bersama. Jadi, ke depan, kalau situasi kemanan aset sudah mantap, kita tetap jalin kerja sama yang lebih produktif lagi. Yakni, dengan Program Ketahanan Pangan kerja sama PTPN VII dan Kodam II Sriwijaya,” tandasnya.
Penulis: Rahmat Mauliady
Editor: Pahala Simanjuntak



























