Sergai, PONTAS.ID – Kepala Dinas Pendidikan Serdang Bedagai (Sergai), Joni Walker Manik mengungkapkan bahwa masih terdapat sekolah di 15 kecamatan yang belum maksimal menerapkan program GCL (Green, Clean and Life). Khususnya menjelang masa adaptasi kebiasaan baru atau sebelumnya disebut new normal terkait Covid-19.
Hal ini disampaikan Kadisdik saat melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) Disdik Sergai ke-15 di Kecamatan Dolok Masihul, dalam rangkaian evaluasi program GCL, di SD Negeri 106865 Desa Bandar Dadu Pamah Kecamatan Dolok Masihul, Kamis (16/7/2020).
“Berdasarkan laporan dari Kepala Sekolah, menurunnya jumlah siswa baru Tahun Ajaran 2020-2021 karena keberhasilan prog ram Keluarga Berencana (KB). Padahal sebenarnya karena kurangnya inovasi di sekolah. Ini salah satu faktor yang menentukan,” kata Joni.
“Coba kalau sekolah berinovasi, niscaya orangtua murid akan menyekolahkan anaknya di sekolahitu. Contohnya SD Negeri di Desa Kerapu, setelah pencanangan GCL, langsung mendapat bantuan rehab total sebesar Rp1,6 miliar dari Kemendikbud,” kata Joni.
Begitu juga SMP Negeri I Dolok Masihul lanjut Joni telah menerima dana rehab dan menjadikan sekolah tersebut bertingkat dengan anggaran sebesar Rp.1,2 miliar dari Kemendikbud.
Tiga bulan menjelang masa bakti dirinya, Joni pun meminta Kepala Sekolah dan guru berbuat yang terbaik untuk pendidikan di Sergai, “Luruskan pendidikan agar jangan terpengaruh dengan masalah perpolitikan,” pungkasnya.
Sebelumnya,Korwil Pendidikan Dolok Masihul, Fitriani melaporkan kalau di Kecamatan Dolok Masihul ini ada 38 SD Negeri, 1 SD Swasta dan 3 SMP Negeri.
Hadir dalam kegiatan ini,Ketua dan Sekretaris Dewan Pendidikan, Kabid SD Sugianto, Kabid SMP, Sujarwo, Kabid PTK, Pujiono, Korwas Charles Pardosi.
Penulis: Andy Ebiet
Editor: Pahala Simanjuntak




























